Bos BCA: Uang Nasabah yang Hilang karena Skimming, Kami Ganti 100 Persen

Kompas.com - 01/04/2022, 16:15 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memastikan pihaknya akan mengganti 100 persen uang nasabah yang hilang karena skimming, lantaran hal itu bukan kesalahan nasabah.

"Kami cek, kalau (uang nasabah hilang karena) skimming diganti 100 persen," ujar dia kepada Kompas.com, Jumat (1/4/2022).

Terkait proses ganti rugi tersebut, bank swasta terbesar itu akan melakukan penelusuran atau investigasi terlebih dahulu terkait aduan yang disampaikan nasabah bersangkutan.

"Paling beberapa hari (investigasi)," kata dia

Baca juga: Sempat Error, M-banking BCA Sudah Kembali Normal

Hal itu disampaikan bos BCA tersebut setelah jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kasus seorang nasabah PT Bank Central Asia Tbk yang kehilangan uang tabungannya senilai Rp 135 juta pada beberapa waktu lalu.

Setelah ditelusuri dan dilakukan investigasi oleh pihak BCA, permasalahan hilangnya uang nasabah bernama Hebbie Agus Kurnia itu ternyata disebabkan oleh praktik kejahatan skimming.

Skimming atau praktik pencurian informasi kartu debit atau kredit nasabah memang bukan menjadi satu hal yang baru, namun masih terdapat nasabah bank yang menjadi korban.

Baca juga: Uang Tabungan Hilang Rp 135 Juta, Nasabah: Alhamdulillah, BCA Kembalikan 100 Persen...

Tips terhindar dari skimming

Agar terhindar dari modus kejahatan tersebut, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan oleh nasabah.

Pertama, nasabah dapat menutupi tangan saat memasukkan PIN pada mesin ATM, guna mencegah pelaku skimming mengetahui PIN dari kartu ATM yang dapat diperoleh dari rekaman spy camera.

Tak hanya pada mesin ATM, menutupi tangan saat memasukkan PIN kartu debit atau kredit juga sebaiknya dilakukan ketika bertransaksi lewat mesin Electroni Data Capture (EDC) atau mesin penerima pembayaran, yang biasa digunakan pada gerai atau toko tertentu.

Baca juga: Bagaimana Cara Pencegahan Skimming Kartu ATM? Simak Tips dari BCA

Kemudian, sebelum memasukkan kartu, biasakan untuk memeriksa mesin ATM terlebih dahulu. Bila melihat atau menemukan alat mencurigakan yang terpasang di mesin ATM, segera hubungi Call Center dari bank penyedia mesin ATM tersebut.

Pelaku skimming cenderung mengincar ATM yang berlokasi di daerah sepi dengan pengawasan yang kurang ketat. Untuk itu, pastikan lokasi mesin ATM yang bakal dituju telah dilengkapi dengan pengawasan yang ketat, seperti adanya CCTV.

Penggantian PIN secara berkala bisa mencegah pelaku skimming untuk menguras isi tabungan dari kartu ATM. Kendati pelaku bisa memperoleh PIN dari rekaman spy camera, namun apabila kode pengaman itu diganti maka pelaku tidak bisa menggunakan kartu ATM yang telah diduplikat untuk bertransaksi.

Terakhir, modus skimming biasanya dilakukan dengan mengambil data dari strip magnetik pada kartu ATM lewat skimmer. Alat tersebut tidak bisa membaca kartu ATM yang berbasis chip karena data didalamnya telah terenskripsi.

Baca juga: Apa Itu Skimming dan Cara Menghindarinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Langsung Seleksi PPPK Nakes, Menteri PANRB Pastikan Tidak Ada Joki Tes

Cek Langsung Seleksi PPPK Nakes, Menteri PANRB Pastikan Tidak Ada Joki Tes

Whats New
Kementerian PUPR: Uji Coba Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti Ditargetkan Mulai 1 Juni 2023

Kementerian PUPR: Uji Coba Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti Ditargetkan Mulai 1 Juni 2023

Whats New
Sebut Harga Ayam Terlalu Murah, Mendag Zulhas: Bisa Buat Pengusaha Ternak Bangkrut

Sebut Harga Ayam Terlalu Murah, Mendag Zulhas: Bisa Buat Pengusaha Ternak Bangkrut

Whats New
Marak Penipuan Mengatasnamakan Kurir Ekspedisi, BRI Imbau Tidak Sembarang Mengunduh File

Marak Penipuan Mengatasnamakan Kurir Ekspedisi, BRI Imbau Tidak Sembarang Mengunduh File

Whats New
ARB Berjilid-jilid Berlanjut, Saham GOTO Kini Setara Rp 100 Per Lembar

ARB Berjilid-jilid Berlanjut, Saham GOTO Kini Setara Rp 100 Per Lembar

Whats New
Susi Air Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Susi Air Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Pastikan Arah Kebijakan Tepat, Bapanas, Kementan, dan BPS Sepakat Sinkronisasi Data Beras

Pastikan Arah Kebijakan Tepat, Bapanas, Kementan, dan BPS Sepakat Sinkronisasi Data Beras

Whats New
Daftar Upah Minimum 2023 di 27 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat

Daftar Upah Minimum 2023 di 27 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat

Whats New
Indonesia Bujuk Jepang Buka Penempatan Pekerja Migran Sektor Pariwisata

Indonesia Bujuk Jepang Buka Penempatan Pekerja Migran Sektor Pariwisata

Work Smart
Joe Biden dan Ancaman terhadap Transisi Energi Indonesia

Joe Biden dan Ancaman terhadap Transisi Energi Indonesia

Whats New
Semakin Tertekan, IHSG Masuk ke Level Psikologis 6.700

Semakin Tertekan, IHSG Masuk ke Level Psikologis 6.700

Whats New
Siap-siap, Bulog Akan Impor Beras 200.000 Ton di Akhir Tahun

Siap-siap, Bulog Akan Impor Beras 200.000 Ton di Akhir Tahun

Whats New
Siap-siap, OJK Bakal Sisir Produk Saving Plan di Perusahaan Asuransi

Siap-siap, OJK Bakal Sisir Produk Saving Plan di Perusahaan Asuransi

Whats New
Melonjak Rp 15.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Melonjak Rp 15.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Buwas Beberkan Kekeliruan Data Stok Beras dari Kementan

Buwas Beberkan Kekeliruan Data Stok Beras dari Kementan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.