Emas Batangan Tak Kena PPN, Bagaimana dengan Emas Perhiasan?

Kompas.com - 01/04/2022, 18:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memberi fasilitas bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk emas batangan dan emas granula. Dengan demikian, transaksi pembelian emas batangan bebas PPN.

Direktur Peraturan Perpajakan I Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan, pembebasan PPN untuk emas mencontoh negara-negara lain.

Di negara lain, biasanya transaksi emas memang bebas PPN. Hanya emas perhiasan yang ditarik pajaknya oleh pemerintah.

"Di berbagai negara yang menganut VAT, emas batangan itu kebanyakan dikecualikan dari pengenaan PPN, kebanyakan negara mengenakan (pajaknya) memang hanya di emas perhiasan," kata Hestu dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/4/2022).

Baca juga: Sejak Kapan Harga Minyak Goreng Melonjak Tinggi? Ini Kata BPS

Hestu menuturkan, sifat emas batangan seperti alat tukar. Emas batangan pun banyak disimpan untuk investasi dan cadangan devisa negara.

"(Emas batangan) ini memang seperti alat tukar, setara dengan alat tukar yang memang seperti itu. Oleh karena itu kita juga melihat best practice (dari negara lain), emas batangan kita tidak akan kenakan PPN," ucapnya.

Di sisi lain, pembebasan PPN untuk emas ini akan mendukung industri hilirisasi emas di dalam negeri.

"Sehingga produksi emas kita akan meningkat dan nanti turunannya di emas perhiasan juga makin bagus lagi dari sisi persaingan dengan negara lain," tandasnya.

Sebagai informasi selain emas, pemerintah juga membebaskan beberapa barang kebutuhan pokok dari PPN, yaitu beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, dan gula konsumsi.

Baca juga: Transaksi Kripto Kena PPN mulai 1 Mei 2022, Berapa Tarifnya?

Lalu, ada jasa-jasa yang dibebaskan dari PPN yaitu jasa kesehatan, jasa pendidikan, jasa sosial, jasa asuransi, jasa keuangan, jasa angkutan umum, dan jasa tenaga kerja.

Kemudian, vaksin, buku pelajaran dan kitab suci, air bersih termasuk biaya sambung/pasang dan biaya beban tetap, listrik kecuali untuk rumah tangga dengan daya di atas 6600 VA, serta rusun sederhana, rusunami, RS, dan RSS.

Selanjutnya, jasa konstruksi untuk rumah ibadah dan jasa konstruksi untuk bencana nasional, mesin, hasil kelautan perikanan, ternak, bibit/benih, pakan ternak, pakan ikan, bahan pakan, jangat dan kulit mentah, serta bahan baku kerajinan perak.

Tak hanya itu, barang tak kena PPN lainnya adalah minyak bumi, gas bumi meliputi gas melalui pipa, LNG dan CNG, serta panas bumi. Kemudian, emas batangan dan emas granula, senjata/alutsista, serta alat foto udara.

Baca juga: Tarif PPN Jadi 11 Persen Per 1 April 2022, Masih Bisa Naik Lagi Juga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.