Lockdown di China Bikin Harga Minyak Mentah Kian Merosot

Kompas.com - 04/04/2022, 09:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia kian merosot pada perdagangan hari ini, Senin (4/4/2022) dipicu semakin memburuknya kasus Covid-19 di China. Selain itu, harga minyak juga terbebani dengan prospek tambahan stok dari cadangan minyak Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 07.25 WIB harga minyak mentah berjangka Brent terpantau turun 0,74 persen menjadi di level 103,65 dollar AS per barrel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,86 persen ke level 98,41 dollar AS per barrel, setelah sepanjang pekan lalu anjlok hingga 13 persen.

Baca juga: BLT Minyak Goreng Rp 300.000 Cair April 2022, Ini Cara dan Syarat Mendapatkannya

Saat ini China tengah bergulat dengan wabah virus corona yang kini telah tembus 13.000 kasus Covid-19 per hari. Pemerintah China melakukan kebijakan lockdown pada beberapa kota di negaranya, termasuk Shanghai, yang berimbas pada penurunan terhadap permintaan minyak.

Shanghai merupakan kota pusat bisnis dengan 25 juta penduduk yang menyumbang sekitar 4 persen dari konsumsi minyak China. Adapun China merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia dan konsumen terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat.

Patokan harga minyak mentah WTI AS pun merosot tajam dalam dua tahun terakhir pada perdagangan pekan lalu, setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan melepas cadangan minyak sebanyak 1 juta barel minyak per hari.

Hal itu memang dilakukan untuk menekan harga energi yang terus melambung usai dilakukannya invasi oleh Rusia ke Ukraina. Di sisi lain, trader juga memperkirakan pembicaraan tentang nuklir antara AS dan Ukraina hampir mencapai kesepakatan.

Perundingan tersebut dapat mengarah pada pemberian keringanan sanksi atas produksi minyak Iran. Jika kesepakatan tercapai maka kemungkinan adanya tambahan pasokan minyak dari Iran di pasar global.

Baca juga: Indonesia Gratiskan Tarif Impor Kurma dan Minyak Zaitun Asal Palestina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.