Industri Otomotif Indonesia Diprediksi Kembali Bangkit Tahun Ini

Kompas.com - 04/04/2022, 13:29 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif Indonesia diprediksi akan kembali bangkit tahun ini, didukung oleh meredanya pandemi Covid-19, pulihnya daya beli masyarakat dan perpanjangan masa insentif fiskal industri otomotif oleh pemerintah hingga Kuartal II-2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, porsi dan peran industri otomotif Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesia, yakni mencapai 20 persen dari pendapatan sektor non migas.

“Kontribusi industri otomotif mencapai 20 persen dari pendapatan sektor non migas. Sedangkan secara keseluruhan, sektor non migas menyumbangkan porsi sebesar 18 persen dari total GDP, sehingga besaran kontribusi industri otomotif sekitar Rp 700 triliun,” kata Airlangga dalam siaran pers, Senin (4/4/2022).

Baca juga: Tahan Harga Pertalite Tak Naik, Kemenkeu: Minyak Bumi Memang Memberatkan...

Airlangga mengatakan, dengan kontribusi industri otomotif sekitar Rp 700 triliun, maka ada sebanyak 5 juta lapangan kerja baik yang langsung maupun tidak langsung yang menyerap tenaga kerja.

Tahun ini, untuk memacu pertumbuhan industri otomotif nasional, pemerintah kembali memperpanjang insentif fiskal berupa pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) otomotif untuk pembelian mobil harga Rp 200 juta hingga Rp 250 juta.

Selain itu, diskon PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) 100 persen berlaku untuk mobil jenis low cost green car (LCGC) juga diperpanjang.

Airlangga mengatakan, kebijakan pemerintah tersebut juga dapat diperluas hingga ke pasar kendaraan listrik yang saat ini sedang diminati masyarakat.

Dalam paparannya, Airlangga Hartarto juga mengutarakan, roadmap Ekonomi Hijau di Indonesia yang ditargetkan pada tahun 2030 telah mencapai 25 persen menjadi tantangan sekaligus peluang industri otomotif.

“Karena pada tahun tersebut, diharapkan terdapat 200.000 unit kendaraan berbasis listrik dan kendaraan dengan standar emisi Euro 4. Maka itu harmonisasi pajak (carbon tax) dan carbon trading harus diupayakan,” kata Airlangga.

Baca juga: IHSG Merah di Sesi I Perdagangan, Rupiah Naik Tipis

Airlangga juga mengungkapkan, pemerintah memiliki fokus yang kuat untuk membangun industri otomotif yang berkelanjutan. Dia bilang, Indonesia adalah pasar sepeda motor yang besar di Asia dengan volume produksi melebihi negara merek. Indonesia juga mampu mengekspor ke 30 negara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.