KKP: Kapal yang Menangkap Ikan di Laut Indonesia Wajib Pakai ABK Lokal

Kompas.com - 04/04/2022, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menggodog kebijakan penangkapan ikan terukur di tahun 2022.

Rencananya, dalam peraturan tersebut akan mewajibkan seluruh kapal ikan yang hendak menangkap ikan di perairan Indonesia untuk menggunakan anak buah kapal (ABK) dari dalam negeri.

Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini Hanafi mengatakan, semua kapal yang ingin menangkap ikan di perairan Indonesia wajib menggunakan ABK dalam negeri, terutama warga lokal.

Baca juga: KKP Gunakan Satelit untuk Awasi Penangkapan Ikan secara Terukur

"Sehingga tidak ada lagi ABK yang menganggur atau tidak mau narik," jelasnya dalam konferensi pers Senin (4/4/2022).

Ia mengatakan, KKP sedang menyiapkan sistem informasinya. Pihaknya juga telah berkirim surat kepada Pemerintah Daerah (Pemda) serta Lembaga Penelitian dan Pelatihan.

"Yang datang untuk menanyakan sudah banyak. Sudah ada 20 (perusahaan) lebih, mereka baru tanya dan konsultasi bagaimana caranya dan sebagainya. Nanti kita lihat, karena peraturannya saat ini sedang menunggu persetujuan presiden. Insya Allah kalau permen itu diterbitkan maka ini akan jalan," jelas dia.

Peraturan ini sebenarnya berkaitan dengan penangkapan ikan terukur yang berpihak pada pengembangan kampung nelayan. Sekurang-kurangnya ada dua hal yang menjadi perhatian.

Pertama, adalah bantuan bagi nelayan kecil. Ia bilang, misalnya seorang nelayan lokal ingin tetap berusaha dengan kapal yang dimiliki, pemerintah dapat membantu.

Baca juga: KKP Pastikan Zona Fishing Industri Prioritaskan Nelayan Lokal

Caranya, pemerintah akan melakukan pemberdayaan usaha untuk kapal kecil itu. Ia mencontohkan, pemerintah bisa memberikan bantuan berupa kapal, alat tangkap, atau bantuan usaha dan keterampilan untuk nelayan.

Namun, ada juga opsi lain. Misalkan nelayan sudah bosan dengan kapal kecil, maka pihaknya akan melakukan pelatihan supaya nelayan dapat memenuhi syarat untuk naik menjadi ABK.

"Nelayan kecil juga bisa jadi ABK kapal yang akan masuk di dalam penangkapan ikan terukur," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kebijakan penangkapan terukur merupakan satu dari tiga program terobosan KKP dari tahun 2021-2024. Tujuannya, untuk mewujudkan ekonomi biru (blue economy) di sektor kelautan dan perikanan.

Baca juga: KKP Patok Ekspor Ikan 2022 Capai Rp 101 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Investasi di Kripto? Ingat Harus Punya Dana Cadangan Dulu!

Mau Investasi di Kripto? Ingat Harus Punya Dana Cadangan Dulu!

Earn Smart
[POPULER MONEY] Hotman Paris Temui Ketua MUI soal Holywings | Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara hingga Rp 8,8 Triliun

[POPULER MONEY] Hotman Paris Temui Ketua MUI soal Holywings | Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara hingga Rp 8,8 Triliun

Whats New
Rencana Pembatasan Pembelian Pertalite, Apa Saja Jenis Kendaraan yang Bakal Dibatasi?

Rencana Pembatasan Pembelian Pertalite, Apa Saja Jenis Kendaraan yang Bakal Dibatasi?

Whats New
Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Whats New
Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Whats New
Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Mencapai 9 Juta

Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Mencapai 9 Juta

Whats New
Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Whats New
Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Whats New
Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Whats New
Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Whats New
Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Whats New
Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Work Smart
3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

Whats New
Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Whats New
Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.