Luhut: Sejak Diumumkan Jadi Syarat Mudik, Vaksinasi Booster Meningkat Cukup Tinggi

Kompas.com - 04/04/2022, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa capaian vaksinasi dosis ketiga (booster) di Jawa Bali terus meningkat.

Menurut Luhut, peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah mengumumkan vaksinasi booster sebagai syarat utama untuk perjalanan dalam negeri (domestik), terutama syarat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran 2022.

"Sejak diumumkan sebagai salah satu syarat mudik Idul Fitri tahun ini, laju vaksinasi harian untuk booster di seluruh Provinsi Jawa Bali mengalami tanda-tanda peningkatan cukup tinggi," ucap Luhut dalam keterangan pers virtualnya mengenai Evaluasi PPKM, Senin (4/4/2022).

Baca juga: KKP: Kapal yang Menangkap Ikan di Laut Indonesia Wajib Pakai ABK Lokal

Luhut yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM Wilayah Jawa Bali menambahkan, penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan vaksinasi masih menjadi alat utama untuk menjaga peningkatan kasus Covid-19, pemulihan ekonomi, dan mobilitas yang sedang berjalan.

Oleh karena itu kata Luhut, pemerintah meminta secara khusus ke Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) seluruh Jawa Bali agar terus memaksimalkan vaksinasi dosis kedua dan booster.

Selain itu, pemerintah mengatakan akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi tersebut karena diadakan di tempat-tempat terjangkau. Bahkan kata dia, vaksinasi juga bisa diberikan usai masyarakat beragama Islam melaksanakan ibadah shalat tarawih.

"Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong menjaga momentum yang baik ini dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menjangkau gerai-gerai vaksinasi. Pemerintah juga akan melakukan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan saat selesai shalat tarawih dan tempat publik lainnya seperti stasiun, bandara, terminal, bus dan pusat keramaian, tempat-tempat pelaksanaan mudik bersama," ucap Luhut.

Baca juga: Penukaran Uang Baru untuk Kebutuhan Lebaran Dibatasi Rp 3,8 Juta Per Orang

Pemerintah mempersilahkan kepada msayarakat untuk dapat melaksanakan ibadah selama bulan suci Ramadhan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari menggunakan masker hingga melakukan pengecekan suhu tubuh.

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan, dalam waktu kurang dari tiga bulan terkahir, kasus harian telah menurun hingga 97 persen dari puncak kasus yang disebabkan oleh varian Omicron.

Selain itu kata Luhut, kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83 persen dari puncak kasus yang lalu. Saat ini kasus aktifnya sudah berada di bawah 100.000.

Pemerintah juga mengklaim jumlah pasien rawat inap di rumah sakit turun hingga 85 persen dan kapasitas tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) saat ini kisaran 6 persen.

"Hingga positivity rate dibawah standar WHO yakni 4 persen. Jumlah orang meninggal pun turun tajam hingga 88 persen dibandingkan puncak kasus Omicron yang lalu. Dari data-data diatas kami menarik kesimpulan bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia saat ini berada pada posisi yang terkendali," ujarnya.

Baca juga: Syarat Lengkap Naik Pesawat Saat Mudik Lebaran 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.