Hingga April 2022, Program PEN Baru Terealisasi 6,4 Persen dari Rp 455,62 Triliun

Kompas.com - 04/04/2022, 16:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mencatat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai Rp 29,3 triliun dari pagu Rp 455,62 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, realisasi itu baru berkisar 6,4 persen dari alokasi yang disediakan pemerintah untuk tahun 2022.

"Terkait dengan pemulihan ekonomi, disampaikan Per April 2022 realisasinya Rp 29,3 triliun atau 6,4 persen dari alokasi Rp 455,62 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers Update Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/4/2022).

Baca juga: Tiga Mekanisme Pencairan BLT Pangan April 2022, Termasuk BLT Minyak Goreng: Melalui PT Pos, di Bank Himbara, dan TNI/Polri

Mantan Menteri Perindustrian ini menuturkan, realisasi digelontorkan untuk tiga klaster, yakni klaster kesehatan, klaster perlindungan masyarakat, dan klaster penguatan ekonomi.

Untuk klaster kesehatan, realisasinya baru Rp 1,55 triliun. Sementara itu, klaster perlindungan masyarakat sudah tersalur Rp 22,74 triliun, berkat front loading bantuan sosial (bansos).

"Perlindungan masyarakat Rp 22,74 triliun, ini untuk PKH, sembako, Kartu Prakerja, BLT desa, dan bantuan pedagang kaki lima warung dan nelayan," ucap Airlangga.

Sementara itu, klaster penguatan ekonomi terealisasi Rp 5 triliun dari pagu anggaran. Bantuan di klaster ini berupa pemulihan dan penguatan untuk sektor pariwisata dan sektor pangan, serta insentif perpajakan.

Baca juga: Sudah 3 Bulan, Anggaran PEN Baru Tersalur 5 Persen dari Pagu Rp 455,62 Triliun

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, anggaran PEN digunakan untuk mendukung penanganan pandemi dan perlindungan kepada masyarakat terdampak, serta mendukung perekonomian.

Utamanya untuk penciptaan lapangan kerja yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

"Kita hanya membuat tiga kategori saja pada tahun ketiga pandemi. Dan ini memberikan kita fokus pada 3 hal, kesehatan tetap penting, lalu ada (anggaran) perlinsos dalam bentuk daya beli masyarakat, dan (anggaran) pemulihan ekonomi terutama untuk sektor-sektor yang kita harap akan kembali pulih dalam bergerak," ucap dia beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Whats New
Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Whats New
Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Whats New
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Whats New
Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Whats New
Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Whats New
Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Whats New
BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Whats New
Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.