Kepala Otorita IKN: Kita Bukan Hanya Bangun Pusat Pemerintahan, Tapi Kota yang Liveable

Kompas.com - 05/04/2022, 22:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) akan menjadi model sustainable, liveable city di masa depan. Hal ini ia tuturkan dalam Indonesia Data and Economic Conference 2022.

Hingga 2024, prioritas pembangunan IKN adalah showcasing untuk menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam membangun Nusantara sehingga menciptakan market confidence bagi investor.

"Kita fokus di pusat pemerintahan dan pusat kegiatan, itu akan kita bangun terlebih dahulu. Jadi, mudah-mudahan dalam satu, dua tahun ke depan, kita wujudkan. Mudah-mudahan di 2024, terbangun satu bagian kota yang memang sudah lengkap, tidak hanya pusat pemerintahan sehingga yang pindah lebih awal merasa ini adalah kota dan bukan hanya bagian dari sebuah kota," kata Bambang Susantono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Kenapa Istana Presiden dan Wapres di IKN Harus Dipisah?

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembangunan IKN adalah target jangka pendek, seperti pemindahan bertahap bagi 60.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri.

"Tantangan lain yang dihadapi adalah membangun dalam jumlah besar di area yang lingkungannya benar-benar kita lindungi. Tantangannya cukup banyak, tapi Insya Allah dengan step by step, kita membangun dengan memperhatikan lingkungan dan kondisi sosial yang ada sehingga membangun liveable city dengan baik," ucap Bambang Susantono.

Terdapat tiga syarat untuk mewujudkan sustainable, liveable city. Pertama, mengusung sound economy. Kedua, lingkungan yang feasible, memasukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan iklim serta mempunyai neraca lingkungan tahunan sebagai dasar pemantauan keanekaragaman hayati.

Baca juga: Sayembara Desain Gedung IKN Berhadiah Rp 3,4 Miliar, Simak Cara Daftarnya

Ketiga, equitable dimension, kota untuk semua, city for all, atau dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals, dicapai dengan prinsip no one left behind.

"Yang akan kita bangun bukan hanya pusat pemerintahan, tapi kota yang liveable sehingga kita merasakan bagaimana kota memiliki kehangatan, bagaimana kota itu memiliki interaksi antarwarga yang merepresentasikan satu social cohesion yang baik, itu kuncinya. Kalau kita bangun gedung saja, itu lebih mudah, tetapi membangun kota, what is a city but its people?," ujar Bambang Susantono.

Baca juga: Proyek IKN Nusantara, Pemerintah Jamin Tak Akan Ada Pengambilan Lahan secara Paksa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.