Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pupuk Indonesia: Stok Pupuk Subsidi Cukup buat 1 Bulan

Kompas.com - 12/04/2022, 06:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi cukup untuk kebutuhan selama empat pekan ke depan atau 1 bulan.

Per 10 April 2022 tercatat stok pupuk subsidi sebanyak 828.393 ton.

SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakan, ketentuan minimum stok pupuk bersubsidi sebanyak 314.120 ton, namun dengan stok saat ini berarti setara 214 persen dari ketentuan minimum.

"Jumlah stok pupuk subsidi sebanyak 828.393 ton atau setara 214 persen dari ketentuan minimum, dan ini berarti cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama 4 pekan ke depan," ujar Wijaya dalam keterangannya, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Pupuk Bersubsidi Resmi Kena Tarif PPN 11 Persen, Ini Aturannya

Ia merinci, stok pupuk subsidi itu terdiri dari pupuk Urea sebanyak 394.444 ton, pupuk NPK sebanyak 224.116 ton, pupuk SP-36 sebanyak 44.284 ton, pupuk ZA sebanyak 94.483 ton, dan pupuk organik sebanyak 71.066 ton.

Sementara itu, realisasi pupuk subsidi sudah mencapai 2,36 juta ton per 9 April 2022. Rinciannya pupuk Urea sebanyak 1,15 juta ton, pupuk NPK sebanyak 828.160 ton, pupuk SP-36 sebanyak 98.523 ton, pupuk ZA sebanyak 129.954 ton, dan pupuk organik sebanyak 147.375 ton.

Wijaya mengungkapkan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, para produsen berpedoman pada Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian setempat sebagai aturan turunan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 41 Tahun 2021 dan Kepmentan Nomor 771 Tahun 2022 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, petani wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Ketentuan itu yakni wajib tergabung dalam kelompok tani, dan menggarap lahan maksimal 2 hektar.

Lalu menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk selanjutnya di input pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) oleh petugas penyuluh pertanian setempat.

"Sebagai produsen kami menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan penugasan pemerintah. Kami akan mengacu kepada regulasi yang diberlakukan di masing-masing wilayah," kata Wijaya.

Adapun untuk pupuk non subsidi sebanyak 665.467 ton, dengan ditambah 828.393 ton pupuk subsidi, maka jumlah stok pupuk yang dimiliki Pupuk Indonesia mencapai 1,49 juta ton.

Stok pupuk nonsubsidi itu terdiri dari pupuk Urea sebanyak 586.215 ton, pupuk NPK sebanyak 36.592 ton, pupuk SP-36 sebanyak 18.643 ton, pupuk ZA sebanyak 23.847 ton, dan pupuk organik sebanyak 170 ton.

Baca juga: Rusia Invasi Ukraina, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Terjaga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+