Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Digiasia Bios, Integrasikan 4 Layanan Fintech untuk Perluas Layanan Digital

Kompas.com - 12/04/2022, 18:00 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Misi pemerataan digitalisasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat telah menjadi salah satu perhatian utama pemerintah guna membawa Indonesia memimpin ekonomi digital di Asia Tenggara.

Menjawab tantangan tersebut, Digiasia Bios hadir sebagai perusahaan Fintech-as-a-Service (FaaS) pertama di Indonesia. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan pembaharuan teknologi pada layanan produk fintech yang dimiliki dan mendukung realisasi dari misi tersebut.

"Kami memahami bahwa setiap bisnis dan lapisan masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda. Melalui produk dan layanan fintech yang kami sediakan, kami hadir untuk membantu dan mendukung transformasi keuangan perusahaan mitra dan pelanggan kami," kata Rully Hariwinata selaku Chief Marketing Officer dari Digiasia Bios melalui keterangannya, Selasa (12/4/2022). 

"Melalui integrasi yang dilakukan, mitra dan pelanggan kami akan semakin mudah beradaptasi dengan kemajuan era digital serta memperluas layanan digital dan cashless di pasar.” 

Baca juga: CIPS: Literasi Keuangan dan Fintech Perlu Jadi Prioritas Dewan Komisioner OJK Terpilih

Fintech sendiri terus berkembang di Indonesia. Berdasarkan laporan Annual Member Survey 2021 Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), pertumbuhan produk teknologi finansial (fintech) di Indonesia semakin menunjukkan tren positif hingga kuartal I 2022.

Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang terus gencar melakukan pemerataan literasi tentang digitalisasi keuangan, sehingga pemahaman akan kebutuhan, serta minat masyarakat di seluruh lapisan juga semakin berkembang.

Laporan AFTECH juga menyebutkan, pada 2021 sebanyak lebih dari 25 persen platform rintisan teknologi finansial (startup fintech) di Asia Tenggara berasal dari Indonesia.

Kemudian berdasarkan data Investasi Langsung Luar Negeri dari Badan Koordinasi Penanaman Modal tahun 2021, angka kumulatif investasi pada industri fintech di Indonesia mencapai 904 juta dollar AS atau 23 persen dari total akumulasi investasi pada industri fintech di Asia Tenggara tahun 2021.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Pinjaman Bank dan Fintech Lending

 

 

Digiasia Bios didirikan oleh Alexander Rusli dan Prashant Gokarn sejak 2017. Perusahaan ini fokus mengintegrasikan teknologi guna mendorong peningkatan daya saing pasar dan masyarakat Indonesia serta kemudahan beradaptasi dengan era digital.

Saat ini Digiasia Bios beroperasi dengan memegang izin, lisensi serta bersertifikasi penuh dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sertifikasi ISO27001, QRC Solution - sertifikasi PCI DSS, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Digiasia Bios memiliki empat produk dan layanan fintech yakni KasPro (Digital Payment), KreditPro (P2P Lending), RemitPro (Remittances/Pengiriman Uang) dan DigiBos (Layanan Keuangan Digital (LKD)).

Seluruh produk dan layanan dari Digiasia Bios dapat disematkan dengan aplikasi dan ekosistem apapun sehingga memungkinkan mitra perusahaan serta masyarakat umum dapat dengan mudah memanfaatkan solusi fintech guna mengoptimalkan proses pengelolaan keuangan, baik dalam hal bisnis maupun kehidupan sehari-hari. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com