Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Kenali Apa Itu Hiring Bias pada Rekrutmen Karyawan

Kompas.com - 13/04/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Ketika alat evaluasi online dibuat untuk mengidentifikasi bias respons, maka kandidat tidak dapat mengirimkan jawaban yang bias.

2. Blind Hiring

Blind Hiring adalah teknik rekrutmen yang menghilangkan informasi seperti nama, jenis kelamin, agama, latar belakang ekonomi, kualifikasi akademik, atau pengalaman kerja sehingga kandidat dapat dievaluasi berdasarkan kemampuan mereka.

3. Menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk filtering

Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk mencocokkan profil kandidat dari talent pool yang ada dengan kebutuhan perusahaan.

AI juga dapat menyaring lamaran yang masuk untuk direkomendasikan ke lowongan pekerjaan yang sesuai dengannya. Dengan ini bias rekrutmen dapat diminimalisir.

4. Interview terstruktur

Interview terstruktur akan memberikan semua kandidat kesempatan yang sama untuk menceritakan tentang pengalaman dan diri mereka tanpa dibeda-bedakan.

Hal ini memungkinkan semua kandidat yang diwawancara dinilai tanpa bias.

Dari paparan di atas, perlu diketahui bahwa hiring bias memang tidak selalu terjadi dalam proses rekrutmen.

Namun, rekruter juga perlu mengantisipasinya karena hiring bias sering terjadi tanpa disadari.

Untuk itulah penting bagi rekruter untuk mengetahui apa saja bentuk dari hiring bias dan bagaimana cara untuk menghindarinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.