Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi OJK Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Ketidakpastian Global

Kompas.com - 14/04/2022, 10:15 WIB
Rully R. Ramli,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi perekonomian nasional masih dibayang-bayangi ketidakpastian, imbas dari berbagai peristiwa global yang terjadi, mulai dari perang Rusia dengan Ukraina, percepatan normalisasi kebijakan moneter negara maju, dan dampak dari kenaikan inflasi global.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya terus mengamati perkembangan kondisi perekonomian terhadap stabilitas sektor jasa keuangan.

Pada saat bersamaan, OJK berencana meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional termasuk ekonomi hijau.

Baca juga: Restrukturisasi Kredit Terus Turun, Bos OJK Tetap Minta Perbankan Percepat Pencadangan

Sehubungan dengan hal tersebut, OJK memperpanjang kebijakan stimulus perekonomian berupa relaksasi penurunan bobot risiko (ATMR) kredit bagi kredit kendaraan bermotor yang mendapatkan relaksasi PPnBM dan kredit dalam rangka produksi dan konsumsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi 50 persen hingga Desember 2022.

“OJK juga akan memperluas scope pembiayaan ekosistem sektor KBLBB dari hulu ke hilir, mulai dari industri baterai sebagai komponen penting industri KBLBB, perusahaan penyedia charging station, dan perusahaan manufaktur kendaraan bermotor listrik,” tutur Wimboh dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2022, Rabu (13/4/2022).

Lebih lanjut Wimboh bilang, OJK akan memperluas insentif dalam mempercepat pengembangan sektor-sektor prioritas pemerintah, di antaranya khususnya yang menerapkan prinsip ekonomi hijau seperti industri pengolahan yang mendukung pengembangan hilirisasi industri mengembangkan energi terbarukan.

Baca juga: OJK Bakal Masukkan BPR dan BPRS ke Ekosistem Pembayaran Digital

Kemudian, OJK juga akan mendukung pembiayaan ke UMKM yang berwawasan lingkungan dan mengimplementasikan ekonomi hijau, dengan memperluas pembiayaan kepada sektor manufaktur yang menerapkan prinsip ekonomi hijau dalam operasionalnya, serta memperluas cakupan ekspor hasil pengolahan industri berbasis hijau.

“OJK juga terus memberikan dukungan untuk mengembangkan UMKM,” kata Wimboh.

Dukungan itu dilakukan melalui peningkatan pendalaman pasar keuangan dengan mendorong pembiayaan alternatif berbasis digital kepada pelaku UMKM di antaranya melalui BWMdigital, P2P lending dan securitiescrowdfunding.

UMKM akan diberikan peluang untuk melakukan penghimpunan dana di pasar modal.

“Salah satunya melalui papan akselerasi UMKM termasuk memberikan kesempatan kepada BPR untuk melakukan IPO di pasar modal,” ucap Wimboh.

Baca juga: OJK Catat Tingkat Inklusi Pasar Modal Syariah Baru Capai 4 Persen

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com