Kuartal I-2022, BNI Proyeksi Kredit Tumbuh 7 Persen

Kompas.com - 14/04/2022, 13:33 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk optimistis, pada kuartal I-2022 kinerja kredit perseroan mengalami pertumbuhan positif, didorong oleh mulai berjalannya aktivitas ekonomi dari sejumlah segmen.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, dengan mulai pulihnya berbagai aspek kehidupan, perseroan memproyeksikan pada periode tiga bulan pertama tahun ini penyaluran kredit perseroan tumbuh di kisaran 6-7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Secara overall pada kuartal I-2022 kami optimis pertumbuhan kredit mengalami tren yang positif pada kisaran 6 persen sampai 7 persen," kata Novita, dalam keterangannya, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Lokasi Tukar Uang Baru di BRI, BNI, BTN, dan Mandiri Wilayah Jabodetabek

Ia meyakini, pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan kredit akhir 2021 yang meningkat 5,4 persen secara yoy.

"Artinya, terdapat tren perbaikan pada permintaan dan penyaluran kredit di BNI," ujarnya.

Adapun peningkatan kredit tersebut, Novita menambah, didukung oleh berbagai sektor industri, seperti sektor manufaktur, sektor konstruksi, serta pemulihan pada sektor perdagangan, dan sektor transportasi atas kelonggaran kebijakan pemerintah terkait Covid-19.

Baca juga: Kian Melandai, Nilai Restrukturisasi Kredit BNI Sisakan Rp 69,6 Triliun per Maret 2022

Berdasarkan laporan keuangan bulanan BNI, kredit yang disalurkan per Februari 2022 sebesar Rp 575,49 triliun, meningkat 5,43 persen dibandingkan dengan kredit per Februari 2021 yang senilai Rp 545,86 triliun.

"Dengan demikian, terjadi akselerasi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi per Maret 2022," kata Novita.

Pada saat bersamaan, perbaikan kualitas kredit juga terjadi, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang menurun.

Sampai dengan akhir tahun lalu, BNI melaporkan penurunan NPL 60 basis poin (bps) menjadi 3,7 persen dibandingkan posisi 2020 yang sebesar 4,3 persen. Sedangkan, NPL per Maret 2022 kembali membaik ke level 3,46 persen.

Perbaikan kualitas kredit juga terefleksikan dari restrukturisasi kredit BNI yang semakin melandai. Tercatat per Maret 2022 kredit yang diberikan stimulus tersisa Rp 69,63 triliun, turun Rp 2,5 triliun dari posisi akhir 2021 yang sebesar Rp 72,13 triliun.

"Pelaku usaha terdampak mulai semakin percaya diri prospek kinerja bisnisnya sehingga sudah dapat melakukan cicilan seperti sebelum pandemi," tutur Corporate Secretary BNI, Mucharom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.