BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Gojek

Produk Ramah Lingkungan Kian Diminati, Gojek dan GoTo Financial Dorong Mitra UMKM Kurangi Penggunaan Plastik

Kompas.com - 14/04/2022, 18:43 WIB

KOMPAS.comGojek dan GoTo Financial konsisten mendorong mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membangun bisnis berkelanjutan yang mengedepankan kelestarian lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui kampanye #DariAksiKecil menuju bisnis ramah lingkungan.

Group Head of Sustainability GoTo Tanah Sullivan mengatakan bahwa sejak awal 2022, Gojek dan GoTo Financial telah memberikan serangkaian edukasi bisnis berkelanjutan. Salah satunya dengan mendorong mitra UMKM beralih ke kemasan produk ramah lingkungan.

Gojek dan GoTo Financial juga menyiapkan program khusus bagi mitra UMKM yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan dari upaya pelestarian lingkungan. Program ini merupakan kolaborasi Gojek, GoTo Financial, dan Waste4Change.

Untuk mengikuti program tersebut, mitra UMKM bisa mengisi form pendaftaran melalui laman gjk.id/dariaksikecil-kirimsampah. Selanjutnya, Waste4Change akan melakukan verifikasi pendaftaran dalam 2 hari kerja.

Setelah disetujui, mitra UMKM dapat mengumpulkan dan memilah sampah, seperti kardus, botol plastik atau polyethylene terephthalate (PET), serta high-density polyethylene (HDPE).

Kemudian, mitra UMKM melakukan koordinasi antar atau jemput sampah plastik dengan Waste4Change. Nantinya, Waste4Change akan melakukan kalkulasi sampah dan memberikan insentif sesuai jumlah sampah yang disetorkan oleh mitra usaha.

Baca juga: GoTo Bagikan Saham kepada 600.000 Pengemudi Gojek, Ini Kata Driver 001

Selanjutnya, sampah yang sudah bersih, kering, kosong, dan terpilah seberat minimal 2 kilogram (kg) akan diangkut oleh pihak Waste4Change.

Program tersebut berlaku untuk 100 mitra usaha pertama yang sudah mendaftar dan terverifikasi oleh pihak Waste4Change, khusus di daerah Jakarta dan Bekasi. Program ini berlangsung hingga Sabtu (30/4/2022).

Selain itu, Gojek dan GoTo Financial juga telah menyelenggarakan workshop tentang pengelolaan limbah minyak jelantah hasil usaha menjadi barang bernilai ekonomi.

Tanah menjelaskan, ketiga upaya tersebut merupakan bagian dari program ramah lingkungan GoGreener yang diluncurkan pada 2019 dan bentuk perwujudan komitmen Three Zeros pada ekosistem GoTo. Adapun salah satu komitmen tersebut adalah menargetkan Zero Waste pada 2030.

“Selain menjaga bumi, praktik bisnis ramah lingkungan dapat mengurangi beban biaya operasional. Praktis bisnis ini juga lebih digemari pelanggan karena sejalan dengan minat masyarakat terhadap usaha yang ramah lingkungan,” ujar Tanah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (13/4/2022).

Bisnis berkelanjutan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat

Sejumlah mitra UMKM Gojek dan GoTo Financial merasakan dampak positif dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Tak hanya bagi lingkungan dan keberlanjutan bisnis, masyarakat pun ikut mendapatkan manfaat tersebut.

Meski begitu, tak dapat dimungkiri, transisi menuju bisnis ramah lingkungan dianggap sulit dan mahal. Owner Bumi Bulk Store and STEAM Academy Dominique Ivonne mengatakan, pihaknya mengakali masalah tersebut dengan mengambil bahan langsung dari petani.

Selain memberdayakan petani, mitra usaha GoStore itu juga mendapatkan produk yang lebih segar dan terjangkau. Dengan demikian, ia mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan produk yang dijual kepada konsumen jadi lebih murah.

Baca juga: Manfaatkan, 4 Layanan Gojek Khas Bulan Ramadhan, Apa Saja?

“Kami juga melakukan edukasi kepada konsumen untuk bawa kontainer sendiri saat belanja di Bumi Bulk Store. Tanpa edukasi, transisinya pasti akan sulit,” tutur Dominique.

Hal serupa juga dirasakan Co-Founder and CEO Burgreens dan Green Rebel Foods Helga Angelina. Mitra usaha GoFood ini bercerita bahwa dirinya membutuhkan waktu sembilan tahun untuk menyeimbangkan profit dan purpose dalam bisnis.

Ia sendiri tidak memungkiri bahwa bahan baku ramah lingkungan cenderung memiliki harga lebih mahal. Oleh karena itu, pelaku UMKM yang ingin menerapkan praktik bisnis dengan bahan ramah lingkungan harus mengubah pola pikir.

Yang namanya bisnis, lanjut Helga, harus berkelanjutan. Namun, pada saat bersamaan juga harus berdampak positif kepada pelanggan dan meminimalisasi dampak lingkungan.

“(Sebagai contoh), kami menyediakan air yang sudah disaring (sebagai ganti air kemasan). Pelanggan tinggal bayar Rp 15.000 untuk refill sepuasnya. Selain lebih murah secara pengeluaran, praktik ini ternyata menjadi win win solutions bagi bisnis kami, pelanggan, dan lingkungan,” tuturnya.

Dapat apresiasi dari Kementerian LHK

Upaya yang dilakukan Gojek dan GoTo Financial dalam mengedepankan bisnis berkelanjutan di seluruh ekosistem, termasuk mitra UMKM, mendapat apresiasi dari Kementerian LHK.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, langkah Gojek dan GoTo Financial tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi sampah plastik.

Rosa pun mengajak pelaku UMKM untuk mengubah kebiasaan dalam berbisnis dari hal kecil. Misalnya, beralih dari kemasan plastik ke kemasan yang ramah lingkungan. Sementara, jika pelaku UMKM sudah terbiasa menggunakan botol kemasan plastik, mereka bisa menggunakan bahan baku daur ulang.

Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional, lanjut Rosa, menyebut bahwa pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen. Artinya, 100 persen sampah akan terkelola.

Baca juga: Manfaatkan, 4 Layanan Gojek Khas Bulan Ramadhan, Apa Saja?

“Saya ucapkan selamat atas pelaksanaan kampanye #DariAksiKecil. Kampanye ini merupakan bukti upaya konsisten dari Gojek untuk mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Program ini merupakan bagian kolaborasi Gojek dan Kementerian LHK yang telah terbangun sejak 2021 melalui nota kesepahaman bersama,” kata Rosa.

Hal senada juga diutarakan General Manager for Sales and Marketing Avani Eco Mira Ayu Krisnasari. Menurutnya, ajakan Gojek dan GoTo Financial agar mitra UMKM mengganti kemasan plastik dengan kemasan ramah lingkungan merupakan langkah tepat.

Mira menjelaskan, kemasan plastik yang sudah menjadi keseharian masyarakat harus dihindari. Pasalnya, kemasan tersebut dapat membahayakan kesehatan bila digunakan untuk produk makanan.

Selain itu, sampah plastik tidak akan terurai hingga ratusan tahun ke depan. Sampah ini akan berakhir menjadi mikroplastik yang membahayakan ekosistem.

“Menurut saya, pengetahuan masyarakat mengenai sampah plastik sudah mulai meningkat seiring dengan penerimaan kemasan ramah lingkungan, walaupun harus mengeluarkan biaya tambahan. Hal ini menjadi awal yang baik untuk bumi kita,” ujar Mira.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Digiasia dan Reliance Group Kolaborasi Luncurkan ReliPay

Digiasia dan Reliance Group Kolaborasi Luncurkan ReliPay

Whats New
Kembangkan Desa Perikanan Cerdas, KKP Gandeng FAO

Kembangkan Desa Perikanan Cerdas, KKP Gandeng FAO

Rilis
Menteri Investasi Ajak Negara G20 Ambil Peran Pemulihan Ekonomi Global

Menteri Investasi Ajak Negara G20 Ambil Peran Pemulihan Ekonomi Global

Whats New
Jamin Suplai ke Kilang Pertamina, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Jamin Suplai ke Kilang Pertamina, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Whats New
Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

Whats New
Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

Whats New
Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

Whats New
Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

Whats New
Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Whats New
Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Rilis
Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

Whats New
Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Whats New
Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

Whats New
Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ekonom: Baru Permulaan

Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ekonom: Baru Permulaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.