Curhat Megawati ke Jokowi: Saya Ini Sudah Berumur, Malulah Jadi Ketua Umum Partai Paling Lama

Kompas.com - 20/04/2022, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri ketika memberikan sambutan Kick Off & Talkshow Pembentukan Brida mengungkapkan bahwa dirinya malu karena masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai PDI Perjuangan hingga kini.

Posisi tersebut membuat dia menjadi yang terlama menjabat sebagai ketua umum. Ungkapan ini kerap ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya saja sama Pak Jokowi bilang, "Pak, saya ini sudah berumur, malu lah jadi ketua umum partai paling lama". Ini saja saya lagi berpikir, kapan saya disuruh berhenti ya," tanya Megawati secara daring, Rabu (20/4/2022).

Baca juga: Megawati Curhat Banyak Orang Suudzon dengan Jabatannya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN

Mendengar pernyataan tersebut, Jokowi pun kata Megawati tidak menginginkan dirinya untuk pensiun dari dunia politikus yang selama ini membesarkan namanya. Terlebih lagi, Presiden menambahi jabatan kepada megawati di pemerintahan.

"Eh, ibu enggak boleh berhenti" beliau (Jokowi) bilang gitu. Yo wis, mbok ya jangan ditambah-tambahin toh. Sudah PPIP, okelah saya ngerti Pancasila. Ini pula BRIN. "Ya kan ibu yang ngomong"," ucap Megawati.

"Iya, tapi saya enggak mikir ternyata saya yang ditugasin. Tolong bantu saya dong. Kalau mau kasih sama saya, bantu saya untuk BRIN. Bukan kepada pribadi saya," sambung Megawati.

Baca juga: Heran Ibu-ibu Berebut Minyak Goreng, Megawati: Saya sampai Ngelus Dada

Sebelumnya, Megawati bilang, banyak orang yang berpikiran negatif terhadap dirinya ketika dipilih oleh Presiden menduduki jabatan di BRIN. Bahkan, masuknya Megawati ke dalam Badan Riset ini tak sedikit orang beranggapan ada unsur politik.

Ia menegaskan kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) bahwa dirinya merupakan orang yang netral. Tidak mencampuradukkan politik ke dalam tubuh BRIN. Meski pembentukkan Dewan Pengarah BRIN merupakan besutan dirinya.

"Jadi supaya semua ini, pemerintahan daerah untuk bisa mengerti saya. Saya ini orang yang sangat taat aturan. Kalau tadi Pak Menko PMK mengatakan bahwa ada bagian dari hal di mana riset itu harus objektif, netral," ujar Megawati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Cicilan ke Perusahaan Pembiayaan

Ini Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Cicilan ke Perusahaan Pembiayaan

Spend Smart
Harga Bawang Merah dan Ayam Naik, Simak Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Bawang Merah dan Ayam Naik, Simak Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Whats New
Bos Kartu Prakerja: Menciptakan SDM Berkualitas Tak Semudah Membuat Monumen

Bos Kartu Prakerja: Menciptakan SDM Berkualitas Tak Semudah Membuat Monumen

Whats New
Akuisisi Bisnis Konsumer Masih Berlangsung, Citi Pastikan Kegiatan Operasional Tidak Terganggu

Akuisisi Bisnis Konsumer Masih Berlangsung, Citi Pastikan Kegiatan Operasional Tidak Terganggu

Whats New
PLN Hadirkan Gardu Induk Digital Pertama di Indonesia

PLN Hadirkan Gardu Induk Digital Pertama di Indonesia

Whats New
Luhut Ingin Pembangunan Infrastruktur Bisa Bebaskan Papua Barat dari Keterisolasian

Luhut Ingin Pembangunan Infrastruktur Bisa Bebaskan Papua Barat dari Keterisolasian

Whats New
Mendag Zulhas Musnahkan 750 Bal Pakaian Bekas Impor, Nilainya Rp 8,5 Miliar

Mendag Zulhas Musnahkan 750 Bal Pakaian Bekas Impor, Nilainya Rp 8,5 Miliar

Whats New
Dari Peta Digital hingga Investasi, Berikut 3 Inovasi Buatan Talenta Lokal di ID Tech HQ - Grab untuk Pengguna dan Mitra

Dari Peta Digital hingga Investasi, Berikut 3 Inovasi Buatan Talenta Lokal di ID Tech HQ - Grab untuk Pengguna dan Mitra

BrandzView
Sesi I Perdagangan, IHSG Terkoreksi 0,36 Persen

Sesi I Perdagangan, IHSG Terkoreksi 0,36 Persen

Whats New
ASDP Indonesia Ferry Catatkan Laba Bersih Rp 340 Miliar Semester I-2022

ASDP Indonesia Ferry Catatkan Laba Bersih Rp 340 Miliar Semester I-2022

Whats New
Perusahaan Lokal Ini Ekspor 17 Ton Pupuk ke Nigeria

Perusahaan Lokal Ini Ekspor 17 Ton Pupuk ke Nigeria

Whats New
Rupiah Perkasa, Simak Kurs IDR-USD di 5 Bank Hari Ini

Rupiah Perkasa, Simak Kurs IDR-USD di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Indonesia Tahan dari Gejolak Global, Ekonom: Pertumbuhan Ekspor Jadi Payung Bagi Perekonomian

Indonesia Tahan dari Gejolak Global, Ekonom: Pertumbuhan Ekspor Jadi Payung Bagi Perekonomian

Whats New
Sambut Hari UMKM Nasional, Lazada Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital di Jatim

Sambut Hari UMKM Nasional, Lazada Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital di Jatim

Whats New
Tol Laut Mobilisasi 1,3 Juta Liter Minyakita ke Papua, Maluku dan NTT

Tol Laut Mobilisasi 1,3 Juta Liter Minyakita ke Papua, Maluku dan NTT

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.