Gurita Bisnis Martua Sitorus, Raja Sawit RI yang Perusahaannya Terseret Korupsi CPO

Kompas.com - 21/04/2022, 08:23 WIB

KOMPAS.com - Salah seorang Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT jadi tersangka kasus korupsi izin ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang merupakan bahan baku minyak goreng. Pengungkapan itu dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penangkapan pejabat tinggi PT Wilmar Nabati Indonesia merupakan pengembangan dari kasus korupsi yang menjerat Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) berinisial IWW alias Indrasari Wisnu Wardhana.

IWW selaku pejabat tinggi eselon I Kemendag, menerbitkan izin terkait persetujuan ekspor kepada tiga perusahaan, salah satunya PT Wilmar Nabati Indonesia. Pengeluaran izin tersebut dituduh melawan hukum.

Pasalnya, penerbitan persetujuan ekspor kepada eksportir seharusnya tidak mendapat izin karena tidak memenuhi syarat DMO (Domestic Market Obligation) dan DPO (Domestic Price Obligation).

Baca juga: 6 dari 10 Orang Terkaya RI adalah Konglomerat Sawit, Ini Daftarnya

Gurita bisnis Martua Sitorus

PT Wilmar Nabati Indonesia sendiri merupakan anak usaha dari Grup Wilmar atau Wilmar International Ltd, perusahaan sawit raksasa yang berbasis di Singapura.

Meski menguasai ratusan ribu hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia, Grup Wilmar lebih memilih berkantor pusat di Singapura.

Wilmar International bahkan tercatat sebagai salah satu perusahaan terbesar dari sisi kapitalisasi pasar di Bursa Efek Singapura atau Singapore Stock Exchange (SGX).

Konglomerasi bisnis Grup Wilmar tak bisa dilepaskan dari pemiliknya, Martua Sitorus alias Thio Seeng Haap, yang tercatat masih merupakan warga negara Indonesia.

Baca juga: 3 Konglomerat yang Kaya Raya Berkat Minyak Goreng

Bersama dengan Kuok Khoon Hong, Martua Sitorus mendirikan Wilmar pada tahun 1991. Wilmar International Ltd pernah masuk sebagai perusahaan sawit terbesar dunia pada tahun 2018.

Awalnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi perusahaan, Grup Wilmar memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 7.000 hektare di Sumatera Barat di bawah bendera PT Agra Masang Perkasa (AMP).

Area perkebunan kelapa sawit Wilmar kemudian merambah ke Sumatera Utara. Dalam waktu relatif cepat, perkebunan sawitnya semakin menggurita di Indonesia hingga ratusan ribu hektare dan berada di atas lahan negara melalui pemberian hak guna usaha (HGU) oleh pemerintah Indonesia.

Di Indonesia, merek minyak goreng dari Wilmar adalah Fortune dan Sania. Sementara untuk pasar global, perusahaan juga memiliki puluhan merek. Majalah Forbes bahkan menjuluki Martua Sitorus sebagai Raja Minyak Sawit Indonesia.

Baca juga: Ini 5 Konglomerat Penguasa Minyak Goreng RI yang Diungkap Mendag

Matua Sitorus sebagaimana dicatat Forbes memiliki kekayaan bersih sebesar 3 miliar dollar AS, sekaligus menempatkan pria berusia 62 tahun ini di urutan 1.034 orang terkaya di dunia.

Bisnis properti Martua Sitorus

Selain sawit, Martua Sitorus juga mengembangkan sayap bisnisnya di bidang properti melalui bendera Gamaland. Bisnis propertinya digarap bersama saudaranya Ganda Sitorus.

Di Ibu Kota, perusahaan ini membangun Gamaland yang dinobatkan sebagai gedung tertinggi di Indonesia saat ini. Dengan nama Gama Tower, gedung pencakar langit ini berada di Jalan HR Rasuna Said.

Dikutip dari Kontan, Gamaland juga akan meluncurkan proyek apartemen di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Proyek tersebut akan dibangun di lahan seluas 13,5 hektare (ha). Disana rencananya akan dibangun 15 tower apartemen dan akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan.

Baca juga: Seberapa Kaya Konglomerat yang Menguasai Minyak Goreng di Indonesia?

Gamaland juga tercatat sedang melakukan pengembangan proyek apartemen bertajuk Arandra Residence di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur di lahan seluas 2,7 ha. Proyek itu tadinya adalah Sentosa Residences milik Bahama Group yang diakuisisi Gamaland senilai Rp 600 miliar.

Proyek itu kemudian dikembangkan menjadi Arandra Residences. Disana direncanakan akan dibangun lima tower apartemen dengan investasi Rp 1 triliun. Nilai proyek itu diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun.

Aranda Residence baru dipasarkan dan dibangun satu tower. Pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2016 dan telah memasuki toping off pada Mei 2018.

Lalu ada Click Square di Bandung yaitu mall dengan konsep hi-tech terbarru yang fokus terhadap bisanis startup.

Baca juga: Grup Wilmar Terseret Korupsi Minyak Goreng, Ini Profil Sang Pemiliknya

Selain di bisnis properti, Ganda-Martua Sitorus juga dikabarkan akan masuk bisnis jalan tol. Perusahaan ini bersama dengan PT Adhi Karya akan memprakarsai pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta sepanjang 70 km dengan investasi Rp 19 triliun.

Bisnis lain Martua Sitorus juga merentang sampai industri kesehatan. Grup Wilmar juga terkait dengan kepemilikan jaringan Rumah Sakit Murni Teguh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.