Produksi Migas Kuartal I 2022 di Bawah Target, Ini Alasannya

Kompas.com - 22/04/2022, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak dan gas (migas) bumi hingga kuartal I-2022 masih di bawah target.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, secara rinci realisasi lifting minyak bumi sebesar 611.700 minyak per hari (bopd), masih di bawah target APBN yang sebesar 703.000 bopd.

Sementara lifting gas bumi tercatat sebesar 5.321 juta standar kubik per hari (mmscfd), berada di bawah target APBN yang ditetapkan sebesar 5.800 mmscfd.

Baca juga: SKK Migas Prediksi Harga Minyak Mentah Dunia 100 Dollar AS Per Barel hingga 2023

"Produksi lifting 623.200 barel per hari untuk minyak, jadi tidak semua terlifting masih sebagian tertinggal di stok. Kemudian gas mencapai 5.321 MMSCFD atau 92 persen dari target di APBN 5.800," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/4/2022).

Dia menjelaskan sejumlah penyebab menjadi alasan belum tercapainya target lifting migas selama periode ini. Salah satunya, titik awal produksi pada awal 2022 sudah rendah akibat dampak dari pandemi Covid-19 selama 2021.

"Jadi kita lost di sana sekitar 20.000 barrel oil per hari," kata dia.

Kemudian, adanya unplanned shutdown atau penghentian operasi yang tidak terduga di sejumlah lapangan migas. Hal ini sudah diupayakan agar tidak terjadi lagi di tahun ini namun masih belum berhasil.

Padahal, pada kuartal I 2022 ini sudah dilakukan pengeboran sumur eksplorasi yang lebih banyak 25 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian juga sudah dilakukan pengembangan development drilling sebanyak 162 sumur atau lebih banyak dari Kuartal I 2021 yang hanya 76 sumur.

"Lawan kita yang paling utama adalah unplanned shutdown yang kita akan mencoba nanti bagaimana bisa menurunkan unplanned shutdown. Ini sudah jadi strategi tapi ternyata so far masih belum sukses," ucapnya.

Baca juga: Proyek Migas Milik Petronas di Ketapang Jatim Hasilkan 12.500 Barrel Minyak Per Hari

Pada Januari 2021, produksi minyak masih berada di 687.000 barel per hari, namun pada akhir 2021 produksi minyak menjadi turun di angka 652.000 barel per hari.

Hal ini dikarenakan beberapa kejadian yang berdampak pada naik-turunnya produksi minyak di 2021, seperti terjadi kebocoran pipa di PHE NWC, unplanned shutdown di Medco Natuna, hingga perawatan di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Kemudian ini berdampak pada produksi di 2022 karena adanya kebocoran di PHE ONWJ, terjadi power off di PHR Rokan, dan blackout di Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL).

"Jadi ini adalah unplanned shutdown yang terjadi yang kemudian membuat turun lagi di 616.000 dan Februari-Maret ini kita sudah mulai membaik lagi," jelasnya.

Dia melanjutkan, pada Februari dan Maret 2022 produksi kembali naik tapi kemudian turun lagi karena adanya masalah di EMCL akibat tanah longsor. Hal tersebut membuat operasinya harus dihentikan sehingga kehilangan minyak 11.000 barel per hari.

Baca juga: SKK Migas: Ada Temuan Cadangan Migas Baru di Natuna

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Lebih dari 2 Persen, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Lebih dari 2 Persen, Apa Sebabnya?

Whats New
Minim Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Kembali Tertekan Hari Ini

Minim Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Kembali Tertekan Hari Ini

Whats New
Sri Mulyani Sebut Minuman Manis Dalam Kemasan Berpotensi Kena Cukai Pada 2023

Sri Mulyani Sebut Minuman Manis Dalam Kemasan Berpotensi Kena Cukai Pada 2023

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Buat Kartu ASN Virtual Seecara Online | PLN Batalkan Program Konversi ke Kompor listrik

[POPULER MONEY] Cara Buat Kartu ASN Virtual Seecara Online | PLN Batalkan Program Konversi ke Kompor listrik

Whats New
Ingat, 10 Perjalanan KA Jarak Jauh Alami Perubahan Jadwal per Hari Ini

Ingat, 10 Perjalanan KA Jarak Jauh Alami Perubahan Jadwal per Hari Ini

Whats New
Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab Tertarik Investasi di Destinasi Super Prioritas RI

Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab Tertarik Investasi di Destinasi Super Prioritas RI

Whats New
Bidik Pasar Dunia, Pemerintah Prioritaskan BUMN Penuhi Standar HAM

Bidik Pasar Dunia, Pemerintah Prioritaskan BUMN Penuhi Standar HAM

Whats New
Platform Investasi Saham Rakyat Pro Resmi Meluncur, Apa Saja Keunggulannya?

Platform Investasi Saham Rakyat Pro Resmi Meluncur, Apa Saja Keunggulannya?

Whats New
Harga BBM Terbaru di SPBU Seluruh Indonesia, Ada yang Baru Naik

Harga BBM Terbaru di SPBU Seluruh Indonesia, Ada yang Baru Naik

Spend Smart
Indonesia-Jepang Usung Isu Keberlanjutan Sektor Industri

Indonesia-Jepang Usung Isu Keberlanjutan Sektor Industri

Whats New
PLN Batalkan Program Konversi Kompor Elpiji ke Kompor Listrik

PLN Batalkan Program Konversi Kompor Elpiji ke Kompor Listrik

Whats New
Event F1 H20 Targetkan 20.000 Pengunjung di Danau Toba

Event F1 H20 Targetkan 20.000 Pengunjung di Danau Toba

Whats New
Cara Daftar Kartu Prakerja lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar Kartu Prakerja lewat HP dengan Mudah

Work Smart
BI dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Bilateral LCBSA

BI dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Bilateral LCBSA

Whats New
Buka Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital

Buka Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.