Kompas.com - 22/04/2022, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/4/2022). IHSG sempat menyentuh zona hijau di awal perdagangan sesi I, namun berbalik melemah hingga penutupan sesi II.

IHSG ditutup turun 50,58 poin (0,7 persen) pada level 7.225,6. Asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,23 triliun pada perdagangan hari ini.

Melansir RTI, terdapat 156 saham yang hijau, 372 saham merah, dan 163 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi seharian ini mencapai Rp 16,5 triliun dengan volume 29,6 miliar saham.

Baca juga: Harga Saham GOTO Kini di Bawah Harga IPO, Menyusul Nasib Bukalapak?

Net buy asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp 189 miliar. BBNI selama sesi II melemah 0,27 persen di level Rp 9.350 per saham. BBNI juga mencatatkan total transaksi Rp 399,4 miliar dengan volume 42,8 juta saham.

Kemudian, Bank Mandiri (BMRI) juga mencatatkan aksi beli bersih asing tertinggi selanjutnya sebesar Rp 162,5 miliar. Saham BMRI berada di level Rp 8.275 per saham atau turun 0,3 persen. Adapun volume perdagangan BMRI mencapai 84,2 juta saham dengan total transaksi Rp 690,2 triliun.

Bank Central Asia (BBCA) juga mencatatkan net buy tertinggi selanjutnya sebesar Rp 137,4 miliar. BBCA terkoreksi 0,6 persen di posisi Rp 7.875 per saham dengan volume 86 juta saham dan transaksi Rp 675,3 miliar.

Sementara net sell asing tertinggi dicatatkan oleh Bukalapak (BUKA) sebesar Rp 62,5 miliar, XL Axiata (EXCL) senilai Rp 26,8 miliar, dan Kalbe Farma (KLBF) Rp 19,9 miliar.

Saham – saham yang menahan indeks hari ini antara lain, Adaro Minerals (ADMR) yang ambles 6,9 persen di level Rp 2.420 per saham. Kemudian, Surya Essa Perkasa (ESSA) yang terperosok 6,6 persen di level Rp 1.195 per saham, dan Harum Energy (HRUM) yang melemah 2,5 persen di level Rp 12.575 per saham.

Saham yang menopang indeks dipimpin oleh Samudera Indonesia (SMDR) yang melesat 4,4 persen di posisi Rp 1.870 per saham. Kemudian, Unilever Indonesia (UNVR) yang menanjak 0,8 persen di level Rp 3.430 per saham. Dilanjutkan oleh Bank Tabungan Negara (BBTN) yang naik 0,8 persen menjadi Rp 1.775 per saham.

Bursa Asia mixed dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 0,21 persen dan Nikkei 1,6 persen. Sementara itu, Shanghai Komposit menguat 0,23 persen, dan Strait Times naik 0,29 persen.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.