Investasi pada Produk Bebas Asap, Philip Morris Gelontorkan Dana hingga 9 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 22/04/2022, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Induk perusahaan PT HM Sampoerna Tbk., Philip Morris International (PMI) menggelontorkan dana hingga 9 miliar dollar AS untuk membuat produk tembakau bebas asap.

President South & Southeast Asia Region Philip Morris International, Stacey Kennedy mengatakan, dana itu digunakan untuk riset dan penelitian produk, studi klinis, hingga pengembangan di banyak negara.

"Kami telah menginvestasikan 9 miliar dollar AS (untuk pengembangan produk tersebut). Kami memiliki 930 ilmuwan yang berfokus pada penelitian dan teknologi, pengembangan, dan studi klinis yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan adalah alternatif yang jauh lebih baik daripada rokok yang dibakar," kata Stacey saat ditemui di gedung PT HM Sampoerna Tbk., Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Philip Morris Akuisisi Perusahaan Farmasi Inggris Rp 21 Triliun

Stacey menjelaskan, produk bebas asap ini tetap menggunakan tembakau seperti rokok pada umumnya. Hal ini bertujuan agar produk bisa diterima oleh masyarakat, terutama perokok dewasa. Bedanya, produk bebas asap ini tidak dibakar, melainkan dipanaskan.

Berdasarkan hasil studi, eliminasi pembakaran pada produk ini menyebabkan senyawa berbahaya dan berpotensi berbahaya dapat berkurang hingga 95 persen dibandingkan dengan rokok.

"Alasan kami mengenal produk ini lebih baik adalah karena kami tahu bahaya rokok disebabkan oleh pembakaran. Pembakaran aktif inilah yang menyebabkan begitu banyak bahan kimia berbahaya berada di dalam asap. Itulah yang membuat (produk tembakau bebas asap) menjadi produk yang lebih baik," ucap Stacey.

Stacey bilang, pengembangan produk bebas asap ini membuka jalan bagi perusahaan untuk memasarkan produknya, IQOS. IQOS sendiri adalah perangkat (device) untuk memanaskan produk bebas asap.

Nantinya produk bebas asap yang dibentuk menyerupai rokok (bahan habis pakai/heets) akan dipanaskan terlebih dahulu ke dalam IQOS. Saat ini, harga IQOS dibanderol Rp 1,3 juta, sementara batang tembakau yang dipasarkan dengan merek HEETS dibandrol Rp 33.000.

Saat ini, kata Stacey, IQOS telah dipasarkan di 71 negara di dunia pada akhir tahun 2021. PMI menargetkan produk tersebut tersedia di 100 negara pada tahun 2025.

"Kami juga ingin dapat mengekspor, utamanya (dari Indonesia) ke Asia Tenggara, tetapi juga berpotensi untuk lebih dari itu. Dan penting untuk dicatat bahwa saat ini IQOS berada di lebih dari 30 negara berkembang (LMIC). Jadi, ini tentang produk yang lebih baik untuk semua orang," ucap Stacey.

Baca juga: Akuisisi Fertin Pharma Rp 12 Triliun, Philip Morris Terus Kembangkan Produk Bebas Asap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

Spend Smart
Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Whats New
Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Whats New
Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Whats New
Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Whats New
Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Whats New
Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Whats New
Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Whats New
Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Work Smart
Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Whats New
Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Penumpang Kereta Cepat 'Dioper' ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Penumpang Kereta Cepat "Dioper" ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Whats New
Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.