Ibu Kota Pindah, REI Yakin Jakarta Masih Jadi Kota yang Menarik untuk Investasi

Kompas.com - 22/04/2022, 17:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta Arvin Fibrianto Iskandar menilai masih banyak investor yang masih ingin menanamkan modalnya ke industri properti di Jakarta. Hal ini disebabkan karena proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur masih berlangsung lama.

Selain itu, kata Arvin, meski ibu kota pindah, diyakini Jakarta masih tetap kota yang menarik untuk berinvestasi.

Baca juga: Kapan Momen yang Tepat untuk Investasi Properti?

"Saya rasa saat ini Jakarta masih tetap merupakan pilihan untuk investasi, walaupun ada rencana pemindahan ibu kota, tapi ini masih cukup lama. Saya yakin jakarta masih the best pilihan untuk investasi," ujar Arvin dalam keterangannya, Jumat (22/4/2022).

Arvin menjelaskan, Jakarta masih menjadi kota yang menarik untuk investor menanamkan modalnya karena pergerakan ekonomi dan bisnis juga masih terpusat di kota tersebut. Dengan begitu investor belum mau pergi dari Jakarta.

"Contohnya di negara besar seperti Amerika ibu kotanya kita tahu Washington DC, tapi bukan pilihan utama untuk investasi, sama dengan Jakarta saat ini jadi pusat investasi negara-negara lain," kata dia.

Untuk itu, Arvin menilai para pengembang properti di Jakarta dan sekitarnya juga tidak perlu merasa cemas dengan adanya pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Menurut dia, justru pandemi Covid-19 yang membuat sektor properti merana.

Baca juga: Ini 3 Wilayah yang Jadi Primadona Pencarian Properti Sepanjang 2021

"Saat ini tidak ada (kegaduhan) berjalan normal, justru properti ini menjadi kendala karena Covid, bukan rencana pemindahan ibu kota," kata dia.

Di sisi lain, Arvin mengungkapkan, kondisi industri properti di Jakarta mulai mengalami perbaikan. Hal ini, didorong dari kebijakan pemerintah yang mempermudah masyarakat membeli rumah.

"Diibandingkan 2 tahun lalu, tahun ini lumayan, walaupun di awal tahun ini ada omicron cuman terus terang sekarang sudah lebih baik. Peningkatan penjuala sekitar 20-30 persen dengan ada free PPN," ungkapnya.

Baca juga: Mulai Masuki Tahun Politik, Tren Pertumbuhan Sektor Properti Bakal Terganggu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.