Gubernur BI Beberkan Peran RI dalam Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20

Kompas.com - 25/04/2022, 07:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (Finance Ministers and Central Bank Governors/FMCBG) G20 telah selesai pada pekan lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, dalam gelaran pertemuan tersebut, negara anggota G20 membahas sejumlah agenda penting berkaitan dengan penguatan koordinasi dalam mengatasi kondisi global yang saat ini dibayang-bayangi ketidakpastian.

"Alhamdulillah Indonesia dapat menyumbangkan kesepakatan-kesepakatan di dalam sidang ini," ujar dia, dalam video yang diunggah Bank Indonesia, dikutip Senin (25/4/2022).

Baca juga: PT SMI Dukung Presidensi G20 Indonesia lewat Transisi Energi Terbarukan

Lebih lanjut Perry bilang, Indonesia berperan dalam melakukan koordinasi negara anggota G20, dengan tujuan mendukung tren pemulihan ekonomi global sekaligus menjaga stabilitas.

"Yaitu koordinasi dalam normalisasi kebijakan-kebijakan negara maju," katanya.

Melalui koordinasi tersebut, Perry menambah, terdapat tiga kesimpulan utama yang diambil oleh para negara anggota G20.

Pertama, negara-negara maju sepakat untuk melakukan normalisasi kebijakan dengan perhitungan, perencanaan, dan komunikasi yang baik.

"Sehingga dampak terhadap ekonomi global dan negara emerging market dapat diantisipasi secara baik, baik oleh negara maupun pelaku pasar," ujar Perry.

Kemudian, kesimpulan penting lainnya ialah penguatan kebijakan-kebijakan di negara maju, dengan dukungan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) serta Bank for International Settlements.

Penguatan kebijakan dilakukan dengan tidak hanya berfokus pada suku bunga saja, tapi juga kebijakan yang berkaitan dengan pengaturan manajemen aliran modal asing.

Terakhir, penguatan dan peningkatan dukungan dari IMF, khususnya bagi negara-negara berkembang terbelakang (least developed countries) dan emerging market.

"Apa yang dilakukan? Yaitu membuat Resilience and Sustainable Trust Fund," kata Perry.

Adapun dana untuk dana tersebut digalang melalui dana hak penarikan khusus atau special drawing rights (SDR) IMF yang telah ditebar ke berbagai negara.

Perry bilang, berbagai negara yang mendapat SDR akan menyisihkan dana yang diterima, untuk kemudian ke dalam Resilience and Sustainable Trust Fund, yang pada akhirnya akan digunakan untuk membantu negara berkembang.

"Ini lah salah satu kontribusi Indonesia dalam kekuatan G20 di G20 tahun 2022 ini. Untuk bersama menggagas dan memajukan agar mendukung tema besar pemulihan ekonomi dunia, recover together recover stronger," ucap Perry.

Baca juga: Gubernur BI: Tanpa G20 Setiap Negara Akan Mengambil Kebijakan Berdasarkan Kepentingan dalam Negeri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.