BPJT Minta Penggunaan Toilet di Rest Area Maksimal 10 Menit

Kompas.com - 02/05/2022, 19:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR mencatat ada dua hal yang menjadi fokus terkait kepadatan lalu lintas selama masa mudik Lebaran. Keduanya yakni rest area dan bahu jalan, sebab menjadi tempat berhentinya kendaraan yang memicu kepadatan.

Hal ini berdasarkan pantauan BPJT bersama badan usaha jalan tol (BUJT) dalam mengecek pelaksanaan arus mudik yang ada di Jalan Tol Trans Jawa mulai dari Jakarta hingga Semarang pada Sabtu (30/4/2022).

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, pada pintu masuk rest area, jalan aksesnya banyak antrean kendaraan sehingga menutup jalan dan melebar ke jalan utamanya. Selain itu manajemen parkir di rest area juga menjadi fokus yang harus diperhatikan.

Baca juga: Volume Lalu Lintas di Jabodetabek Turun, Naik di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Ia juga meminta BUJT untuk memantau penggunaan toilet di rest area. Menurutnya, dalam kondisi padatnya rest area maka penggunaan toilet maksimal 10 menit agar tidak menimbulkan antrean kendaraan yang panjang di rest area.

"Penggunaan toilet di rest area kami pantau juga, dan kami sampaikan ke masing-masing BUJT untuk dapat memastikan orang yang menggunakan toilet maksimal 10 menit. Diharapkan terus diperhatikan manajemen pengelolaan mobilitasnya dalam penggunaan toilet sementara yang telah dibuat juga," ujar Danang dalam keterangannya seperti dikutip dari laman BPJT, Senin (2/5/2022).

Sementara terkait bahu jalan, kata dia, ditemukan banyak kendaraan pemudik yang berhenti di bahu jalan sehingga menghambat rangkaian kendaraan lain yang ada di belakangnya. Hal ini membuat kepadatan lalu lintas di beberapa ruas tol.

"Diharapkan para pemudik tidak berhenti di bahu jalan tapi di rest area," imbuhnya.

Baca juga: Waskita Toll Road Sebut Rest Area di Jalan Tol yang Dikelolanya Tidak Bikin Macet

Danang menjelaskan, untuk pengaturan manajemen lalu lintas kendaraan di jalan tol selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 diserahkan sepenuhnya ke pihak Kepolisian dan Korlantas. Ia meyakini, pihak Kepolisian akan memastikan para pengguna jalan tol untuk bisa mudik atau balik dengan lancar, aman dan sehat.

Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano menambahkan, terkait pengaturan lalu lintas contra flow dan one way di KM 47 sampai KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, juga hingga Gerbang Tol Kalikangkung, terdapat diskresi dari Kepolisian. Rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai lalu lintas di jalan tol.

"Hal tersebut sangat membantu dalam mengurai lalu lintas kendaraan dan mencegah terjadinya kepadatan," ujar Reza.

Baca juga: Jasa Marga Catat 1,7 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Periode Mudik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.