JAKARTA, KOMPAS.com – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Rabu (4/5/2022) waktu setempat. Wall Street merespons keputusan Ketua The Fed Jerome Powell yang menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 932,27 poin, atau 2,81 persen, ditutup pada 34.061,06. S&P 500 menguat 2,99 persen menjadi 4.300,17. Nasdaq Composite melonjak 3,19 persen menjadi 12.964,86. Kenaikan S&P 500 dan DJIA tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2020.
Pada Rabu, bank sentral mengumumkan kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin, atau 0,5 persen, yang akan dimulai pada neraca pada bulan Juni tahun ini. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan suku bunga terbesar sejak tahun 2000.
Baca juga: The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin
Saham bergerak naik tajam saat Powell mengatakan bank sentral tidak mempertimbangkan kenaikan yang lebih agresif dalam pertemuan mendatang.
“Jadi kenaikan 75 basis poin bukanlah sesuatu yang secara aktif dipertimbangkan oleh komite. Saya pikir ekspektasi adalah bahwa kita akan mulai melihat inflasi, mendatar,” kata Powell.
Kim Forrest, pendiri Bokeh Capital mengatakan, pernyataan Powell itu membantu menghilangkan sebagian ketakutan dari pasar.
“Saya pikir pidatonya menghilangkan kekhawatiran pasar. Ini cukup bijaksana dan mungkin menyebabkan beberapa kelegaan,” kata Forrest.
Mantan Presiden Goldman Sachs Gary Cohn mengatakan, Powell membawa pengumuman yang tepat selama konferensi persnya.
“Saya pikir pasar mulai berkata, 'Oke’. Kami mendapatkan ini dengan harga yang cukup baik.’ Saya tidak berpikir ada banyak kejutan di luar sana, karena investor telah lebih dulu membeli, dan mendapatkan nilai yang nyata,” kata Cohn.
Baca juga: Antisipasi Kepadatan di Bakauheni, ASDP Siapkan Pelabuhan Alternatif
Powell mengatakan, dia yakin The Fed dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi tanpa menyebabkan lonjakan pengangguran.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.