Harga Bitcoin Melonjak 6 Persen Usai The Fed Umumkan Kenaikan Suku Bunga

Kompas.com - 05/05/2022, 08:06 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), melonjak sekitar 6 persen usai pengumuman The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya pada Rabu (4/5/2022) waktu setempat.

Mengutip CNBC, kenaikan Bitcoin terjadi menjelang akhir pertumuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengumumkan kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin. Lonjakan harga bitcoin semakin tinggi usai Ketua The Fed Jerome Powell mengesampingkan kemungkinan kenaikan 75 basis poin.

“Peningkatan 75 basis poin bukanlah sesuatu yang secara aktif dipertimbangkan oleh komite. Saya pikir ekspektasi adalah bahwa kita akan mulai melihat inflasi, mendatar,” kata Powell.

Baca juga: Ketahui Cara Mengelola Utang yang Baik

Bitcoin melonjak menembus level 40.000 dollar AS yang diiringi oleh kenaikan aset kripto lain pada saat itu. Nick Mancini, direktur penelitian di platform analisis sentimen kripto, Trade The Chain mengatakan, segala hal yang diumumkan dalam FOMC memacu kenaikan harga kripto.

“Hasil FOMC yang tidak termasuk kenaikan suku bunga 0,75 persen, akan menjadi bullish untuk kripto dan ekuitas. Kami percaya bahwa pasar telah memperkirakan kenaikan berkelanjutan dari 0,25 persen menjadi 0,50 persen untuk tahun 2022. Ini memberikan kepastian pasar, yang pada gilirannya melahirkan aksi harga bullish,” kata Mancini.

Joe Orsini, direktur penelitian di Eaglebrook Advisors, mencatat bahwa inflasi yang saat ini merupakan level tertinggi dalam 40 tahun, pasar berharap ada pengetatan moneter dalam waktu dekat ini.

"Ekspektasi ini disiapkan untuk reli 'tidak terlalu buruk' jika The Fed tidak terlalu hawkish. Tanda pertama dari ini adalah hari ini ketika Powell mengesampingkan kenaikan 75 basis poin – ini memulai reli,” kata Orsini.

Bitcoin telah berjuang untuk menemukan jalan kembali ke level tertinggi sepanjang di level 68.000 dollar AS sejak November tahun lalu. Namun, sepanjang tahun ini, dengan sentimen kenaikan inflasi, perang di Ukraina, dan kebijakan Fed yang lebih ketat, mendorong volatilitas yang lebih tinggi.

"Kebijakan pengetatan yang kurang agresif akan menjadi sentimen bullish untuk bitcoin, ether, dan aset digital, yang terus melambung dibanding ekuitas tradisional,” kata Orsini.

Baca juga: Hingga H+2 Lebaran, Kemenaker Terima 5.589 Aduan terkait Pembayaran THR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.