Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Multifinance Terus Genjot Pembiayaan Produktif Tahun Ini

Kompas.com - 05/05/2022, 13:15 WIB

Selain itu, Animesh juga menyediakan kanal pembayaran digital yang mudah untuk konsumen.mMenurut dia yang paling penting, pihaknya memastikan konsumen tidak meminjam terlalu banyak. Ia berharap, konsumen dapat meminjam dengan tanggung jawab dan bijaksana.

"Kami tidak mau membuat konsumen merasa terbelenggu oleh produk kami," tandas dia.

Sebagai catatan, sampai kuartal I-2022, Home Credit menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1,69 triliun. Angka ini naik sebesar 10 persen dibanding penyaluran pembiayaan tahun lalu sebesar Rp 1,54 triliun pada periode yang sama.

Setali tiga uang, Mandiri Utama Finance (MUF) juga berhasil mencatatkan pembiayaan pada sektor produktif yang baik.

Baca juga: Ada Mudik dan Lebaran, Ekonomi RI Kuartal II Diproyeksi Tembus 5 Persen

Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja mengatakan, perusahaannya berhasil mencatatkan pembiayaan sektor produktif dengan total 11,6 persen dari portofolio total jumlah usaha.

"Angka ini lebih besar dari target POJK Nomor 35/POJK.05/2018 sebesar 5 persen," kata dia seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (4/5/2022).

Sebagai informasi, MUF mencatatkan nilai pembiayaan baru pada kurtal I-2022 sebesar 3,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 68,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"MUF memproyeksikan tahun 2022 akan membukukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dan juga bila dibandingkan dengan kinerja tahun 2021," tandas Stanley.

Sebelumnya, OJK melaporkan piutang perusahaan pembiayaan (multifinance) mengalami tren peningkatan. Berdasarkan catatannya, piutang perusahaan pembiayaan sebesar Rp 372 triliun pada Februari 2022. Angka ini tumbuh 2,76 persen secara tahunan.

"Hal tersebut terutama didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif," tulis mereka dalam siaran pers dikutip Kompas.com, Selasa (5/4/2022).

Sebagai informasi, berdasarkan ketentuan Pasal 111 POJK 35 Tahun 2018, perusahaan pembiayaan yang tidak memenuhi ketentuan batas minimum pembiayaan produktif wajib menyampaikan rencana pemenuhan paling lama satu bulan sejak tanggal penetapan terjadinya pelanggaran dari OJK.

Baca juga: 45 Kapal Tambahan Disiapkan untuk Antisipasi Kepadatan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+