Saham Alibaba Sempat Anjlok Setelah Beredar Kabar Jack Ma Ditangkap Polisi

Kompas.com - 05/05/2022, 13:30 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Saham raksasa e-commerce asal China Alibaba sempat ambles 9,4 persen menyusul kabar pendirinya, Jack Ma, ditangkap polisi. Kabar tersebut dipublikasikan oleh media setempat, yang mengungkapkan Polisi di China menangkap seseorang bermarga “Ma” di kota Hangzhou, yang juga merupakan basis perusahaan Alibaba.

Mengutip CNN, orang dengan marga “Ma” tersebut ditangkap berkaitan dengan keamanan nasional. Ma diduga berkolusi dengan pasukan ]anti-China di luar negeri, yang berkaitan dengan rencana memisahkan diri dari negara China.

Laporan tersebut dengan cepat memicu aksi panik di Hong Kong. Para investor melakukan aksi jual yang cukup tinggi dan mendorong penurunan nilai pasar Alibaba sebesar 26 miliar dollar AS hanya dalam beberapa menit.

Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Respons Pasar Modal RI Usai Libur Lebaran?

Di tengah kekacauan tersebut, mantan pemimpin redaksi tabloid nasionalis milik negara Global Times Hu Xijin, bergegas mengklarifikasi kabar tersebut melalui Weibo. Dia mengatakan, laporan itu menyesatkan karena nama tersangka yang dimaksud memiliki tiga karakter, sementara nama China Jack Ma hanya memiliki dua karakter.

Untuk mengurangi kekhawatiran pasar, Global Times melaporkan pria yang tertangkap lahir pada tahun 1985 di Wenzhou dan bekerja sebagai direktur penelitian dan pengembangan perangkat keras di sebuah perusahaan IT. Sementara Jack Ma lahir pada tahun 1964 di Hangzhou.

Klarifikasi itu secara cepat menyebabkan rebound saham Alibaba dan memulihkan kerugian besar yang sempat terjadi. Seperti diketahui, pasar China masih dihadapkan oleh ragam masalah yang terjadi pada sektor teknologi sejak 2020.

"Saya pikir ini semacam episode yang aneh, semacam peringatan bagi sektor teknologi secara keseluruhan, atau mungkin Jack Ma secara pribadi. Siapa tahu Pemerintah bahkan tidak perlu menahan seorang eksekutif teknologi senior, untuk menghapus puluhan miliar dollar AS dari pasar perusahaan, hanya dengan merilis informasi saja," kata Victor Shih, seorang profesor ilmu politik di University of California San Diego mengutip CNN.

Baca juga: 45 Kapal Tambahan Disiapkan untuk Antisipasi Kepadatan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni

Fakta bahwa investor begitu cepat percaya Jack Ma bertabrakan dengan otoritas keamanan negara, yang berkaitan dengan realitas politik yang dialami banyak taipan China saat ini.

"Tidak masalah lagi jika itu benar-benar (Jack Ma). Yang penting adalah, banyak orang berpikir itu dia, banyak orang berharap itu dia, sekarang itu menarik," tulis komentar paling populer di Weibo, dengan 57.000 like.

Persoalan terkait Jack Ma terjadi setelah perusahaan teknologi Alibaba memperluas kerajaan bisnis mereka. CNN menulis banyak karyawan dan pekerja yang mengalami frustrasi hingga menumbuhkan kebencian, dengan jam kerja yang sangat panjang, tekanan tinggi, dan gaji yang stagnan.

Baca juga: Harga Bitcoin Melonjak 6 Persen Usai The Fed Umumkan Kenaikan Suku Bunga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.