Inflasi AS Naik Lagi, Wall Street Berakhir Merah, Saham–saham Teknologi Rontok

Kompas.com - 12/05/2022, 06:32 WIB


NEW YORK, KOMPAS.com – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir merah pada perdagangan, Rabu (11/5/2022) waktu setempat. Penurunan terjadi setelah pengumuman kenaikan inflasi AS sepanjang April 2022 sebesar 8,3 persen.

Nasdaq Composite mencatat penurunan tertinggi, yakni 3,18 persen dan ditutup pada level 11.364,24. Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga turun 326,63 poin atau 1,02 persen, menjadi 31.834,11, dan S&P 500 tergelincir 1,65 persen dan ditutup pada level 3.935,18.

“Semua orang menginginkan penurunan harga energi, makanan, dan biaya tenaga kerja, tetapi pada saat yang sama, mekanisme untuk mendapatkan hal itu, adalah dengan menaikkan suku bunga,” kata Susan Schmidt dari Aviva Investors mengutip CNBC.

Baca juga: Inflasi AS Sentuh 8,3 Persen, Dekati Level Tertinggi dalam 40 Tahun

Saham teknologi turun paling dalam, yang terlihat dari saham Meta Platforms, Apple, Salesforce dan Microsoft masing-masing melemah sekitar 4,5 persen, 5,2 persen, 3,5 persen dan 3,3 persen. Penurunan saham teknologi terjadi karena investor melanjutkan aksi jual.

Sementara itu, saham Visa dan Merck adalah saham dengan kinerja terbaik pada indeks DJIA. Secara sektoral, pergerakan cukup positif dimana sektor energi naik sekitar 1,4 persen, utilitas juga tetap positif, sekitar 0,8 persen, sementara sektor material stagnan.

Indeks harga konsumen (IHK) April menunjukkan lonjakan 8,3 persen, lebih tinggi dari ekspektasi analis sebesar 8,1 persen. Lonjakan harga kebutuhan semakin mendekati tertinggi sepanjang 40 tahun terakhir sebesar 8,5 persen.

Sementara itu inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi, naik 6,2 persen dibandingkan ekspektasi analis 6 persen. Namun, tidak semua analis yakin data menunjukkan inflasi telah mencapai puncaknya.

Baca juga: Tekan Inflasi, Bank of England Ikuti The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin, Tertinggi dalam 13 Tahun

"Dengan tingkat tahunan turun dari 8,5 persen menjadi 8,3 persen, mungkin bisa dikatakan, puncaknya telah dilewati, tapi melihat apa yang terjadi pada Agustus tahun lalu, kenaikan bisa saja terjadi lagi,” kata kepala analis keuangan Bankrate Greg McBride

Usai rilis inflasi, imbal hasil Treasury AS 10 tahun secara melonjak kembali di atas angka 3 persen, namun pada penutupan perdagangan, imbal hasil Treasury AS 10 tahun menetap di 2,93 persen.

Baca juga: Kilau Emas Dunia Kian Pudar Tertekan Penguatan Dollar AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.