Harga Bitcoin Sentuh Level Rp 414 Juta, Cek Harga Kripto Hari Ini

Kompas.com - 12/05/2022, 07:51 WIB


NEW YORK, KOMPAS.com – Pasar aset kripto kembali suram pada pagi ini, Kamis (12/5/2022). Melansir Coinmarketcap pagi ini 9 dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Aset kripto dengan kapitalisasi tertinggi, yakni Bitcoin (BTC) terjun 6,3 persen di level 28.616 dollar AS per keping atau Rp 414 juta (kurs Rp 14.554 per dollar AS). Adapun penurunan terdalam pagi ini masih terjadi pada Terra (LUNA) sebesar 92,6 persen menjadi 1,16 dollar AS per keping.

Penurunan Terra mengikis kapitalisasi pasar Terra menjadi 1,65 miliar dollar AS atau susut 71,9 persen dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Inflasi AS Sentuh 8,3 Persen, Dekati Level Tertinggi dalam 40 Tahun

Nilai mata uang kripto paling redup adalah Solana (SOL) yang ambles 26,7 persen pada posisi 47,6 dollar AS. Dilanjutkan oleh Dogecoin (DOGE) yang terjun 20,9 persen di level 0,08 dollar AS, dan Polkadot (DOT) di level 8,9 dollar AS atau melemah 19,09 persen.

Cardano (ADA) pagi ini juga turun 16,9 persen di posisi 0,5 dollar AS, dilanjutkan oleh BNB yang turun 13,7 persen pada level 270,9 dollar AS, dan Ethereum (ETH) pada level 2.080 atau turun 9,8 persen.

Pagi ini Tether (USDT) melemah 0,34 persen pada level 0,9 dollar AS, sementara USD Coin (USDC) naik 0,12 persen pada posisi 1 dollar AS. Sebagai informasi, USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Baca juga: Harga Minyak Mentah RI turun 10,99 Dollar AS per barel pada April 2022

Mengutip CNBC, penurunan bitcoin di bawah level 30.000 dollar AS terjadi dua kali dalam pekan ini. Penurunan kali ini terjadi setelah rilis data inflasi AS, yang kembali tinggi dan hampir menyentuh level tertinggi dalam 40 tahun.

Harga bitcoin sempat turun 7 persen pada level 29.135 dollar AS dan menjadi penurunan terdalam sejak Desember 2020. Michael Rinko, rekan usaha di AscendEx mengatakan, penurun terjadi setelah banyak investor melakukan aksi jual besar–besaran, menyusul saham–saham teknologi yang turun tajam.

“Pasar crypto telah berada di bawah tekanan untuk beberapa waktu dari sekarang. The Fed juga melanjutkan kebijakannya, jadi ekuitas terus turun dan kripto juga ikut turun. Sehingga banyak kekhawatiran di pasar,” kata Michael Rinko, dari AscendEx.

Baca juga: 5 Provinsi ini Memiliki Upah Buruh Terendah di Indonesia, Mana Saja?

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual mata uang kripto. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual mata uang kripto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Whats New
Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Whats New
Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.