Kompas.com - 12/05/2022, 11:21 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen pada akhir perdagangan Rabu (11/5/2022) waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Kenaikan emas hitam ini didorong terganggunya aliran gas Rusia ke Eropa, serta Moskow memberikan sanksi ke sejumlah perusahaan Eropa karena berencana mengembargo minyak Rusia.

Mengutip CNBC, Kamis (12/5/2022), harga minyak mentah berjangka Brent naik 5,63 dollar AS atau 5,5 persen ke level 108,09 dollar AS per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 6,47 dollar AS ke level 106,23 dollar AS per barrel.

Baca juga: Harga Minyak Mentah RI Turun 10,99 Dollar AS Per Barrel pada April 2022

Padahal pada perdagangan beberapa hari belakangan harga minyak dunia terus turun dipicu terus berlanjutnya lockdown di China akibat Covid-19. Akhir perdagangan kemarin, harga minyak turun hingga 3 persen membuat Brent sempat di level 100,11 dollar AS per barrel dan WTI di level 102,46 dollar AS per barrel.

Pada Rabu kemarin, Rusia juga telah memberikan sanksi kepada 31 perusahaan energi yang berbasis di negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap Moskow, setelah Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran pasar, di tengah aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun seperempat setelah Kyiv menghentikan penggunaan rute transit utama. Ini adalah pertama kalinya ekspor melalui Ukraina terganggu sejak invasi.

Di sisi lain, Komisi Uni Eropa telah mengusulkan embargo minyak dari Rusia. Jika nantinya embargo diterapkan, maka akan semakin memperketat pasar minyak dan mengalihkan arus perdagangan.

"Harga akan terus bergerak naik terutama jika Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk menghentikan pembelian minyak Rusia pada tahun ini," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Rencananya, Uni Eropa akan menghapus impor minyak mentah dari Rusia secara bertahap dalam waktu 6 bulan, sementara untuk impor produk minyak sulingan pada akhir 2022.

Namun, usulan itu masih dalam pembahasan sebab membutuhkan suara bulat oleh anggota Uni Eropa. Adapun Hongaria menjadi salah satu negara yang berusaha keras menentang embargo minyak Rusia.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Kian Turun Mendekati Level 100 Dollar AS Per Barrel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.