"Influencer" yang Pintar Manfaatkan Kecerdasan Buatan Bakal Punya Nilai Tambah

Kompas.com - 13/05/2022, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan nyatanya tidak hanya berguna bagi perusahaan pemasaran atau e-commerce saja. Seorang influencer dapat pula memanfaatkan AI untuk memberikan nilai tambah dari konten yang diciptakan.

Chief Bussiness Development Officer IYKRA Nabil Badjri mengatakan, saat ini sudah banyak influencer yang menyadari pentingnya penggunaan AI dalam menunjang kerja mereka.

"Influencer pada dasarnya adalah membuat konten. Ada salah satu influencer, terlihat santai mempromosikan bisnisnya, tetapi di balik itu dia telah memiliki banyak anak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, tujuannya untuk mendukung bisnis yang telah ia miliki sebelumnya," jelas Nabil, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Bagaimana AI Membantu Pemasaran Perusahaan

Ia menambahkan, mereka sendiri memanfaatkan data dari aktivitas yang sudah mereka lakukan sendiri. Misalnya, setiap interaksi customer di platform mereka sudah tercatat dan dikelompokkan datanya.

Hal ini nantinya akan jadi nilai tambah ketika mereka betemu dengan klien baru. Data yang mereka bangun dapat jadi pertimbangan dan nilai tambah untuk klien yang ingin bekerja sama dengan mereka dalam bentuk rekomendasi. Berdasarkan keterangan dia, saat ini sudah banyak iklan yang telah diukur matriks keberhasilannya.

"Jadi akhirnya si influencer ini bisa memberikan saran ke klien mereka, si influencer bisa memberikan rekomendasi, kontennya seperti ini aja, captionnya ini, karena ini yang paling tepat. Hal tersebut dapat jadi nilai jual yang menguntungkan influencer itu sendiri," urai dia.

Baca juga: Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan Hanya Ancaman buat Pekerjaan Manusia?

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dengan AI seorang influencer dapat memiliki sebuah rekomendasi berbasis data. Yang mana, saat ini belum banyak influencer lain yang menyadari pentingnya memanfaatkan AI ini.

"AI punya peran besar untuk influencer karena bisa mengukur data, asalkan platform digital yang dimiliki oleh perusahaan dan influencer ini menggunakan AI untuk merekam datanya," imbuh dia.

 

AI untuk menilai konten influencer

Menanggapi hal tersebut, GTM Strategy & Ops. Manager Biginsight Salma Tarizka Noor mengatakan, pada intinya perusahaan ingin mengetahui apakah seorang influencer itu dapat menaikkan pendapatan perusahaan atau tidak.

Dengan AI, perusahaan dapat mengetahui seberapa banyak orang yang masuk lewat konten dan kampanye apa, termasuk juga konversi yang dihasilkan berapa.

Dengan begitu, perusahaan juga dapat melihat konten dari influencer mana yang paling menguntungkan untuk perusahaannya.

"Dengan begitu, proses pengukuran jadi gampang. Ini kan masuknya dari konten influencer A, ternyata tidak bagus. Baiknya kita pakai influencer B. Ini akan membuat pengambilan keputusan tidak hanya berdasarkan opini, tetapi berdasarkan data," tandas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.