Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Kompas.com - 17/05/2022, 17:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat volume lalu lintas di jalan tol yang keluar Jabodetabek sebanyak 2,15 juta kendaraan selama arus mudik Lebaran 2022 pada 27 April-3 Mei.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, realisasi volume lalin tersebut meningkat 7 persen dibandingkan sebelum pandemi atau mudik Lebaran 2019 dan naik 103 persen dari mudik Lebaran 2021.

"Jadi kalau apple to apple dengan 2019 memang mengalami kenaikan sekitar 7 persen," ujarnya saat konferensi pers, Selasa (17/5/2022).

Pada arus mudik Lebaran 2022, kendaraan keluar dari Jabodetabek paling banyak menuju arah timur, yaitu Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Trans Jawa sebanyak 773.725 kendaraan.

Baca juga: Tutup Posko Angkutan Lebaran 2022, Kemenhub: Kegiatan Pemantauan Tetap Dilakukan

Namun, uniknya pada tahun ini kenaikan volume lalin arus mudik terbesar terjadi dari Jabodetabek ke arah GT Cikupa arah Pelabuhan Merak sebesar 17 persen dari 492.777 kendaraan di 2019 menjadi 577.697 kendaraan di 2022.

Lonjakan volume lalin ke arah Sumatra ini menurutnya disebabkan oleh adanya jalan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan Lampung, Palembang, hingga ke Betung.

"Ini menarik nih, pergerakan paling banyak kalau dulu ada yang ke arah timur ke arah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tapi ternyata yang sekarang ke arah Merak atau nyebrang sampai dengan Sumatra," ucapnya.

Baca juga: Pungli di Menara Suar Anyer, Kemenhub: Kami Tidak Mentolerir Perbuatan ASN yang Melanggar Hukum

Dia bahkan memperkirakan apabila jalan Tol Trans Sumatra telah membentang sampai ke Aceh, maka pergerakan pemudik dari Jabodetabek ke Sumatra akan lebih meningkat lagi.

Kemudian, peningkatan volume lalin juga terjadi di GT Ciawi dari Jabodetabek ke arah Puncak sebesar 16,9 persen dari 352.839 kendaraan di 2019 menjadi 412.398 kendaraan di 2022.

"Saya kira, kalau ke arah Puncak naiknya sampai 16 persen karena bercampur dengan para pemudik dan masyarakat yang akan (berwisata) ke Puncak," kata dia.

Baca juga: H+2 Lebaran, Kemenhub Catat Ada 803.590 Penumpang Angkutan Umum

Selanjutnya, peningkatan juga terjadi di GT Cikampek Utama dari Jabodetabek ke aran Trans Jawa meskipun tidak signifikan hanya 0,6 persen dibandingkan tahun 2019 menjadi 773.725 kendaraan.

Sementara, volume kendaraan di GT Kalihurip Utama arah Bandung justru mengalami penurunan 2,2 persen dibandingkan saar arus mudik Lebaran 2019.

"Kemudian puncak arus mudik terjadi 29 April atau H-3 Lebaran sebesar 226.615 kenadaraan naik 8p persen dari puncak arus keluar kendaraan saat Lebaran 2019," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.