Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Kompas.com - 18/05/2022, 12:30 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan pendapatan terkonsolidasi Rp 1,71 triliun pada 2021, atau naik sebesar 49 persen dari pendapatan di periode yang sama pada tahun 2020 yang sebesar Rp 1,14 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan dari seluruh lini bisnis utama (bisnis non Covid-19) perusahaan. Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih perusahaan sebesar 166 persen menjadi Rp 315 miliar hingga kuartal IV-2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 118 miliar.

Komisaris Utama BMHS Ivan Sini mengatakan, fundamental perusahaan juga tercermin dari neraca keuangan yang sehat, sehingga memberikan ruang besar bagi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan fase selanjutnya.

“Kami percaya pada pentingnya fundamental bisnis bagi pencapaian jangka panjang perusahaan, sehingga pandemi tidak menghentikan kami merealisasikan target ekspansi nasional dan penguatan core business dalam ekosistem BMHS. Hingga 2021, BMHS telah mampu melayani hampir 150 juta masyarakat yang tersebar 10 provinsi lewat kehadiran 6 rumah sakit, 10 klinik Morula IVF dan 34 jaringan laboratorium Diagnos,” kata Ivan dalam siaran pers, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Kemenhub Sebut Rest Area di Tol Jakarta-Cikampek Bakal Ditambah

Adapun, sebesar 67 persen dari total pertumbuhan pendapatan BMHS selama 2021 berasal dari pendapatan layanan rumah sakit yang naik sebesar Rp 376 miliar atau tumbuh sebesar 47 persen.

Sementara Morula IVF yang juga merupakan salah satu bisnis utama BMHS berkontribusi sebesar 30 persen terhadap total pendapatan terkonsolidasi selama 2021, dengan kenaikan pendapatan mencapai Rp 169 miliar atau naik sebesar 50 persen.

Secara keseluruhan, pendapatan dari layanan non-Covid naik sebesar 27 persen. Selama 2021, BMHS gencar melakukan ekspansi bisnis secara nasional baik secara organik maupun akusisi seiring dengan penguatan fundamental perusahaan dalam jangka panjang.

Seluruh lini bisnis utama BMHS mencatatkan sejumlah pencapaian selama 2021. Rumah Sakit Bunda Group membuka 2 rumah sakit ibu dan anak di Bali dan Palembang di tengah pandemi. Per 2021, total jumlah tempat tidur RSU Bunda naik 42 persen.

Baca juga: Bos OJK Sampaikan 3 Pesan Khusus untuk Jajarannya, Apa Saja?

Di awal tahun 2022, RSU Bunda juga melakukan operasi robotik pertama di Indonesia untuk pengangkatan prostat. Selanjutnya, layanan Morula IVF yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi penyedia layanan bayi tabung pilihan masyarakat Indonesia tumbuh sebesar 42 persen.

Di sisi lain, unit bisnis laboratorium BMHS yaitu Diagnos tumbuh dua kali lipat dengan penambahan 19 laboratorium baru di tahun yang sama. Total tes non-COVID yang dilakukan oleh Diagnos juga naik 59 persen selama 2021.

“Bundamedik senantiasa meningkatkan standard mutu dan layanan medis mengikuti taraf internasional. Di tahun 2021, RSU dan RSIA BJ mendapatkan akreditasi ACHSI, dimana hanya ada 3 rumah sakit di Indonesia yang memiliki akreditasi ACHSI dan 2 diantaranya ada di Bundamedik untuk layanan kesehatan berstandar internasional,” kata dia.

Baca juga: MLFF Bakal Gantikan E-toll, Bayar Tol Tak Perlu Berhenti

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.