Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Kompas.com - 19/05/2022, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan pasar akan data center di Indonesia diperkirakan tumbuh sangat pesat dengan proyeksi mencapai 1.576 Mega Watts (MW) hingga 2030 mendatang.

Untuk bisa memanfaatkan ceruk bisnis tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  menyiapkan NeutraDC sebagai anak usaha baru penyedia layanan data center berkategori hyperscale hingga edge.

"Sebagai upaya untuk menangkap pangsa pasar hyperscale tersebut, saat ini NeutraDC sedang mempercepat proses pembangunan hyperscale data center yang pertama di Cikarang," ujar Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono, melalui keterangannya, Kamis (19/5/2022). 

Baca juga: Telkom-Singtel Kolaborasi Kembangkan Data Center dan Bisnis Broadband

NeutraDC akan menyediakan infrastruktur data center yang memadai dengan jaminan keamanan super ketat hingga 8 layer, serta didesain mampu beroperasi dengan standar global bersertifikasi Uptime Tier III & IV.

"Dengan dukungan infrastruktur Telkom, NeutraDC menawarkan layanan connectivity andal dengan cakupan terluas dan terbesar di Indonesia," kata Bogi. 

Selain itu, kehadiran layanan Internet Exchange (IX) dan Seamless DC akan menambah keragaman ekosistem data center yang lengkap.

"Harapannya, ke depan NeutraDC akan menjadi data center provider yang akan mendorong percepatan digitalisasi pelanggan serta mendukung akselerasi ekonomi digital nasional ataupun global,” lanjut Bogi.

Baca juga: Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia, Setelah Singapura dan Hongkong

Tantangan digitalisasi ekonomi

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, di era digitalisasi ekonomi saat ini, permintaan layanan data center oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia akan melonjak tinggi.

Oleh karena itu, Heru menilai Telkom mengambil langkah yang tepat dengan menyiapkan NeutraDC untuk fokus berkecimpung menyediakan layanan tersebut.

"Tapi Telkom memiliki beberapa kelebihan, seperti koneksi infrastruktur (telekomunikasi) hingga ke Amerika Serikat, memiliki (saham) Telkomsel yang kuat (di bisnis telekomunikasi) dan pemimpin di bisnis seluler. Serta tentu saja sudah membangn data center di beberapa lokasi, yang bahkan ada di luar negeri," kata Heru. 

Namun, Heru mengingatkan meski sudah beberapa langkah lebih maju dibandingkan perusahaan data center sejenis di Indonesia, sebaiknya Telkom tetap merancang rencana untuk bisa menjawab tantangan dan memenuhi permintaan yang ada.

"Hadirnya pemain asing jangan diremehkan, strategi harus diperkuat dan ekosistem (digital) harus terus dibangun agar memperkuat bisnisnya. Selain itu, tantangan lain seperti kapasitas yang besar, keamanan yang tinggi dan juga harus memiliki data recovery center," ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.