E-Toll Bakal Digantikan MLFF, Bank Mandiri Yakin Transaksi Uang Elektronik Tetap Tinggi

Kompas.com - 19/05/2022, 19:20 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana peralihan sistem pembayaran jalan tol dari e-toll menjadi sistem pembayaran tanpa sentuh atau multi lane free flow (MLFF), diproyeksi berdampak terhadap kinerja uang elektronik perbankan.

Sebagai salah satu bank penyedia e-toll, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meyakini, peralihan menuju MLFF akan berdampak terhadap kinerja uang elektronik perseroan, e-Money.

Meskipun demikian, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi optimistis, volume transaksi e-Money tetap tinggi ke depannya.

Baca juga: E-Toll Bakal Digantikan MLFF, BRI: Mempengaruhi Kinerja Brizzi

Ia menjabarkan, saat ini e-Money bukan hanya dimanfaatkan sebagai pembayaran jalan tol saja, tapi juga pembayaran moda transportasi, parkir, hingga jaringan merchant ritel besar.

"Kami tetap meyakini bahwa kebutuhan masyarakat dan transaksi uang elektronik yang cepat dan mudah akan tetap tinggi," ujar dia kepada Kompas.com, Kamis (19/5/2022).

Walaupun wacana peralihan sistem pembayaran jalan tol berpotensi berdampak terhadap kinerja uang elektronik, Thomas bilang, Bank Mandiri akan mendukung penuh inisiatif pemerintah dalam berinovasi mengembangkan metode bayar baru bagi masyarakat.

Dalam rangka menjaga volume transaksi e-Money, bank pelat merah itu berencana terus mengembangkan bisnis e-Money di berbagai ekosistem untuk mendukung gerakan non tunai.

"Sebagai contoh, penambahan titik pembayaran di transportasi massal (kereta commuter, bus, angkutan umum) di seluruh Indonesia, penambahan outlet parkir berbasis e-Money di berbagai wilayah di Indonesia," kata Thomas.

Baca juga: E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

"Kemudian perluasan channel pembayaran menggunakan e-Money di kawasan-kawasan wisata di Indonesia, dan ekosistem-ekosistem lainnya," tambahnya.

Selain itu, bank dengan kode emiten BMRI itu juga terus membangun kesadaran dan pemanfaatan transaksi e-Money di berbagai merchant ritel seperti supermarket, convenience store, dan juga restoran-restoran dengan berbagai program promosi menarik.

"Diharapkan dengan beberapa strategi ini, Mandiri e-Money tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat luas," ucap Thomas.

Sebagai informasi, pada kuartal pertama tahun ini, frekuensi transaksi e-Money mencapai kurang lebiih 267 juta transaksi atau naik sekitar 13 persen dari tahun lalu dan nilai transaksi kurang lebih mencapai Rp 4,6 triliun atau naik sekitar 18 persen dari tahun lalu.

Baca juga: MLFF Bakal Gantikan E-toll, Bayar Tol Tak Perlu Berhenti

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.