Harga Emas Dunia Melonjak, Dipicu Pelemahan Dollar AS

Kompas.com - 20/05/2022, 10:55 WIB

Pesimisme itu pun membantu daya tarik emas sebagai safe-haven. Pasar ekuitas global telah tergelincir lebih jauh karena tanda-tanda baru pertumbuhan yang melambat menyebabkan investor menjual saham dan beralih ke aset safe-haven.

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai inflasi. Namun, logam kuning tersebut harus bersaing dengan dollar AS yang akhir-akhir ini menjadi tempat berlindung yang aman, di tengah sikap kebijakan suku bunga agresif Federal Reserve AS untuk melawan lonjakan harga.

Sementara emas batangan cenderung tidak disukai ketika suku bunga naik, sebab meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang memang tidak memberikan imbal hasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Baru Ojek Online Berlaku mulai 14 Agustus 2022, Simak Rinciannya

Tarif Baru Ojek Online Berlaku mulai 14 Agustus 2022, Simak Rinciannya

Whats New
IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Emiten Ini Catatkan Koreksi Paling Dalam

IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Emiten Ini Catatkan Koreksi Paling Dalam

Whats New
Bappenas Luncurkan INFF Atasi Kesenjangan Pembiayaan Sebelum 2030

Bappenas Luncurkan INFF Atasi Kesenjangan Pembiayaan Sebelum 2030

Whats New
Bangun Kantor Baru di Semarang, CBN Perluas Pasar Jaringan Fiber Optik di Jateng-DIY

Bangun Kantor Baru di Semarang, CBN Perluas Pasar Jaringan Fiber Optik di Jateng-DIY

Whats New
Harga Mi Instan Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Ini Tanggapan Pekerja dan Mahasiswa

Harga Mi Instan Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Ini Tanggapan Pekerja dan Mahasiswa

Whats New
Ini Alasan Kemenhub Naikkan Tarif Ojol

Ini Alasan Kemenhub Naikkan Tarif Ojol

Whats New
BEI Jadi Bursa dengan IPO Terbanyak di ASEAN 4 Tahun Berturut-turut

BEI Jadi Bursa dengan IPO Terbanyak di ASEAN 4 Tahun Berturut-turut

Whats New
Genjot Kinerja, Mitratel Tawarkan Skema Bisnis Atraktif untuk Semua Operator Telekomunikasi

Genjot Kinerja, Mitratel Tawarkan Skema Bisnis Atraktif untuk Semua Operator Telekomunikasi

Rilis
Irjen Ferdy Sambo Terima Gaji Besar, Berapa Total Per Bulan?

Irjen Ferdy Sambo Terima Gaji Besar, Berapa Total Per Bulan?

Whats New
Apa yang Harus Dilakukan Saat Mendapat Surat Tilang ETLE?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Mendapat Surat Tilang ETLE?

Whats New
Satgas BLBI Sita Aset Tanah dan Bangunan Milik Sjamsul Nursalim

Satgas BLBI Sita Aset Tanah dan Bangunan Milik Sjamsul Nursalim

Whats New
Lebih Tinggi dari RI, Ekonomi Filipina Tumbuh 7,4 Persen di Kuartal II-2022

Lebih Tinggi dari RI, Ekonomi Filipina Tumbuh 7,4 Persen di Kuartal II-2022

Whats New
Mentan Peringatkan Harga Mi Instan Melejit, Sarankan Makan Singkong

Mentan Peringatkan Harga Mi Instan Melejit, Sarankan Makan Singkong

Whats New
Menteri PUPR: Lelang Proyek Kawasan Inti IKN Rampung Agustus Tahun Ini

Menteri PUPR: Lelang Proyek Kawasan Inti IKN Rampung Agustus Tahun Ini

Whats New
Sempat Ada Antrean Panjang di SPBU Bogor, Pertamina: 'Weekend' Ada Peningkatan Konsumsi BBM

Sempat Ada Antrean Panjang di SPBU Bogor, Pertamina: "Weekend" Ada Peningkatan Konsumsi BBM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.