Kemenaker: Pekerjaan yang Bersifat Rutin dan Terprediksi Rentan Terkena Otomasi

Kompas.com - 20/05/2022, 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Anwar Sanusi mengatakan, dinamika industri dimungkinkan akan mengubah komposisi berbagai sektor lapangan pekerjaan.

Oleh karenanya, kebutuhan tenaga kompeten pun akan terus meningkat. Hal tersebut ia sampaikan ketika memberikan sambutan pada acara Workshop Penguatan Informasi Permintaan Pasar Kerja di Kawasan Batam Kepulauan Riau, Kamis (19/5/2022).

"Namun, pekerjaan yang bersifat rutin dan terprediksi akan rentan terhadap otomasi, seperti pekerjaan pengumpulan dan pemrosesan data," katanya dalam siaran pers, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Pertemuan EWG G20 Usai, Kemenaker Usul Susun Kebijakan bagi Kelompok Rentan

Masyarakat yang telah mengenyam pendidikan menengah akan menghadapi perubahan terbesar dalam dunia kerja pada 2030. Peluang terbesar akan diperoleh mereka yang memiliki pendidikan tinggi.

"Ini memunculkan tantangan besar bagi sektor pendidikan di Indonesia," ucap dia.

Anwar Sanusi menambahkan, seluruh pemangku kepentingan perlu bersiap menghadapi perubahan substansi yang berdampak pada masa depan pekerjaan.

"Perusahaan harus mulai melakukan perencanaan dan transisi masa depan pekerjaan dengan program pembelajaran jangka panjang," sambungnya.

Baca juga: Bertemu Delegasi Arab Saudi, Kemenaker Bahas Soal Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Dalam workshop tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan khususnya pemberi kerja serta perusahaan di wilayah Batam, untuk bersama-sama membangun perekonomian Indonesia melalui pengembangan tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas.

Kemenaker sebelumnya memproyeksikan, ada 23 juta jenis pekerjaan bakal meredup. Namun, ke depannya, bakal tergantikan dengan sejumlah pekerjaan baru sebanyak dua kali lipat.

Direktur Bina Pemagangan Kemenaker, Siti Kustiatuti mengatakan, dari 46 juta jenis pekerjaan baru yang bakal hadir pada era teknologi, hanya 10 juta pekerja saja yang dapat mengisi pekerjaan tersebut. Kemudian, disebutkan sekitar 29 juta orang harus mengikuti vokasi atau pelatihan.

Baca juga: Pertemuan EWG G20, Ini Usulan Kemenaker Tekan Angka Pengangguran dan Kesenjangan Pekerjaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.