Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

Kompas.com - 24/05/2022, 11:29 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2022 pada hari ini, Selasa (24/5/2022). Pengumuman kebijakan moneter ini bakal berdampak terhadap perekonomian nasional.

Tren kenaikan indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir akan menjadi pertimbangan BI dalam menentukan arah kebijakan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Sebagaimana diketahui, bank sentral di berbagai negara telah menyesuaikan suku bunga acuannya, guna mengendalikan lonjakan inflasi yang terjadi.

Meskipun inflasi terus merangkak naik, bank sentral diproyeksi masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di posisi terendah yakni 3,50 persen. Ini selaras dengan dukungan bank sentral dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Respons Inflasi, Bank Indonesia Bakal Naikkan Suku Bunga?

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Teuku Riefky menilai, kebijakan moneter BI yang akomodatif masih diperlukan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional yang masih berada pada fase awal.

Pasalnya, penyesuaian atau kenaikan suku bunga acuan berpotensi menghambat laju pemulihan ekonomi nasional. Kenaikan suku bunga acuan akan berimbas kepada meningkatnya biaya pembiayaan atau cost of fund.

"Kalau kemudian Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga saat ini, saya rasa itu akan mengganggu proses pemulihan ekonomi," kata Riefky kepada Kompas.com, Selasa (24/5/2022). 

Baca juga: Tekan Inflasi, Bank of England Ikuti The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin, Tertinggi dalam 13 Tahun

Terkait dengan inflasi, Riefky menilai, angkanya masih relatif terjaga. Berdasrkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi sebesar 3,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada April 2022, utamanya disumbangkan oleh harga bahan pangan dan barang bergejolak.

"Jadi walaupun inflasi terus naik, tapi kita melihat core inflation relatif stabil, jadi memang ini belum ada tekanan yang cukup besar untuk kemudian menaikan suku bunga per bulan ini," tuturnya.

Baca juga: Merespons The Fed, BI Diproyeksi Bakal Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.