Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tanya-tanya Pajak di Kompas.com
Konsultasi dan Update Pajak

Tanya-tanya Pajak merupakan wadah bagi Sahabat Kompas.com bertanya (konsultasi) dan memperbarui (update) informasi seputar kebijakan dan praktik perpajakan.

Premi Asuransi dan Iuran Pensiun Dapat Kurangi Pajak?

Kompas.com - 25/05/2022, 08:53 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

Dear, Tanya-tanya Pajak

Apakah pembelian asuransi jiwa dan iuran pensiun untuk karyawan (direksi atau staf) bisa dibiayakan? Info yang saya dapatkan, program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dapat dibiayakan.

Terima kasih.

~ Meishara Christina, Jakarta ~

Jawaban:

Salaam, Ibu Christina

Terima kasih atas pertanyaanya. Saya, Dwi Novianti Suharsih, dari MUC Consulting akan coba menjawab.

Pemberian fasilitas asuransi merupakan salah satu jaminan dan perlindungan yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

Karyawan sebagai pemegang polis akan mendapatkan manfaat pertanggungan jika sakit, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia.

Adapun bagi perusahaan, pemberian asuransi ke karyawan merupakan investasi berupa pengalihan risiko ke perusahaan asuransi yang dapat meringankan beban keuangan di masa mendatang.

Baca juga: Ada Konsultasi Pajak di Kompas.com, Bertanyalah...

Perusahaan yang memberikan fasilitas asuransi bagi karyawan akan menanggung pembayaran premi kepada perusahaan asuransi. Pembayaran premi tersebut akan dicatat sebagai beban dalam laporan keuangan perusahaan.

Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh), yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), menegaskan ada lima jenis asuransi yang preminya dapat diperhitungkan dalam menentukan penghasilan kena pajak karyawan dalam perhitungan PPh Badan.

Baca juga: Poin Penting Perubahan dan Tambahan Aturan Pajak di UU HPP

 

Kelima jenis asuransi itu adalah asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi beasiswa.

Sebagai pemberi kerja, perusahaan juga dapat mengikutsertakan karyawannya dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), baik yang dibentuk oleh perbankan maupun perusahaan asuransi jiwa.

Baca juga: Takut Dipajaki Lagi, Apakah Investasi Saham Wajib Dilaporkan di SPT?

Bagi karyawan, program DPLK dapat menjadi instrumen investasi hari tua. Adapun bagi perusahaan, mengikuti program DPLK dapat mengurangi beban administrasi dalam mengelola investasi dana pensiun karyawannya.

Atas keikutsertaan DPLK terdapat iuran kepersertaan yang harus disetorkan perusahaan dan/atau karyawan sebelum jatuh tempo. Iuran yang ditanggung perusahaan akan dicatat sebagai beban dalam laporan keuangan.

Baca juga: Sudah Terbit, 14 Aturan Turunan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Berdasarkan UU HPP, iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun—yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan—merupakan beban yang dapat diperhitungkan untuk menentukan besarnya penghasilan kena pajak dalam perhitungan PPh Badan perusahaan.

Dengan demikian, atas pembayaran premi asuransi jiwa dan program DPLK dapat dibiayakan dalam perhitungan penghasilan kena pajak PPh Badan dengan memperhatikan ketentuan yang mengaturnya.

Demikian penjelasan kami. Semoga bermanfaat.

Salaam.

Dwi Novianti Suharsih

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bakal 'Gebuk' Mafia Tanah, AHY: Kita Bela Rakyat, Jangan Sampai Hak Mereka Diinjak

Bakal "Gebuk" Mafia Tanah, AHY: Kita Bela Rakyat, Jangan Sampai Hak Mereka Diinjak

Whats New
Kartu Prakerja 2024 Dibuka, Peserta Lolos Dapat 4,2 Juta

Kartu Prakerja 2024 Dibuka, Peserta Lolos Dapat 4,2 Juta

Whats New
Daftar Harga Pangan yang Naik Jelang Ramadan

Daftar Harga Pangan yang Naik Jelang Ramadan

Spend Smart
Kominfo Gelar Program Akselerator Startup Batch 8, Sasar Usaha Baru dengan Bisnis Berkelanjutan

Kominfo Gelar Program Akselerator Startup Batch 8, Sasar Usaha Baru dengan Bisnis Berkelanjutan

Whats New
Masih Dibuka, Simak Cara dan Syarat Daftar Kartu Prakerja Gelombang 63

Masih Dibuka, Simak Cara dan Syarat Daftar Kartu Prakerja Gelombang 63

Work Smart
Selama Sepekan Harga Emas Antam 1 Gram Melonjak Rp 11.000

Selama Sepekan Harga Emas Antam 1 Gram Melonjak Rp 11.000

Whats New
Tingkatkan Produktivitas hingga 67 Persen, Software ERP Bisa Jadi Kunci Sukses Bisnis pada 2024

Tingkatkan Produktivitas hingga 67 Persen, Software ERP Bisa Jadi Kunci Sukses Bisnis pada 2024

Whats New
Gelar Dealer Gathering di Medan, Advance Digitals Pamer Produk Terbaru

Gelar Dealer Gathering di Medan, Advance Digitals Pamer Produk Terbaru

Rilis
Cara Top Up Saldo e-Wallet Lewat BCA Mobile dan ATM BCA

Cara Top Up Saldo e-Wallet Lewat BCA Mobile dan ATM BCA

Spend Smart
Prabu Revolusi Jadi Komisaris Kilang Pertamina Internasional

Prabu Revolusi Jadi Komisaris Kilang Pertamina Internasional

Whats New
Hari Terakhir IIMS 2024, Simak Promo dan Penawaran Menarik Cicilan Kendaraan Berikut

Hari Terakhir IIMS 2024, Simak Promo dan Penawaran Menarik Cicilan Kendaraan Berikut

Spend Smart
[POPULER MONEY] Jumlah Penduduk IKN Tidak Dibatasi 2 Juta Orang | Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Pembelian Beras Berlebihan

[POPULER MONEY] Jumlah Penduduk IKN Tidak Dibatasi 2 Juta Orang | Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Pembelian Beras Berlebihan

Whats New
Jokowi Minta Perbankan Gelontorkan Duit untuk UMKM, BRI Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 12 Persen

Jokowi Minta Perbankan Gelontorkan Duit untuk UMKM, BRI Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 12 Persen

Whats New
9 Alat Pembayaran Internasional Paling Banyak Dikenal

9 Alat Pembayaran Internasional Paling Banyak Dikenal

Whats New
Aset Bank Syariah dan UUS Tumbuh 11,1 Persen

Aset Bank Syariah dan UUS Tumbuh 11,1 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com