Sementara itu, di Indonesia harga Pertalite masih Rp 7.650 per liter. Sedangkan harga Pertamax Rp 12.500 per liter.
“Kenapa harga kita masih seperti ini? Ya karena kita tahan terus. Tapi subsidi ini kan membesar, membesar, membesar. Kapan kita bisa menahan, sampai kapan kita bisa menahan ini?” seru Jokowi.
Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan bersama bagi para pengambil kebijakan. Karena itu, ia meminta kementerian/lembaga dan pemerintah daerah memiliki sense yang sama.
“Berat nahan harga seperti itu, berat,” ujar Jokowi.
Baca juga: Harga BBM RON 95 di Malaysia Lebih Murah dari Pertalite di Indonesia
Lebih lanjut, Jokowi juga mengulas perbandingan harga beras di Indonesia dengan negara lain. Dia mengungkap bahwa harga beras di sejumlah negara sudah melambung tinggi.
“Beras, di kita masih Rp 10.700, di negara lain sudah naik segitu tingginya, ada yang sudah naik 30 persen, ada yang sudah 40 persen, ada yang sudah di atas 60 persen,” ungkapnya.
Dengan adanya kenaikan harga, Jokowi menyebut bahwa ada dampak yang menyertai yakni kenaikan inflasi yang juga ikut tinggi.
“Larinya kalau sudah semua barang naik, naik, naik, artinya kenaikan inflasi pasti terjadi. Di Amerika itu ndak pernah lebih dari 1 persen, sekarang coba dilihat Amerika sudah di angka berapa? 8,3 persen. Berapa kali lipat?”
“Turki bahkan sudah mencapai hampir 70 persen, bayangkan. Kita masih di 3 persen, Alhamdulillah masih di 3,5 persen, patut kita syukuri,” sambungnya.
Baca juga: Tarif Listrik hingga Harga Pertalite, Solar dan Elpiji 3 Kg Bakal Naik
Ini terjadi karena pemerintah menahan diri untuk tidak menaikkan harga kebutuhan energi seperti BBM, gas, dan tarif listrik.
“Tapi karena kita nahan pertalite, nahan gas, nahan listrik, listrik, begitu itu kita ikutkan ke harga keekonomian ya pasti inflasi kita akan mengikuti naik,” urainya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.