INOVASI PERBANKAN

Transformasi Digital, Upaya Perbankan Perluas Akses Pasar untuk UMKM

Kompas.com - 31/05/2022, 14:24 WIB
|

 

KOMPAS.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus didorong untuk melakukan transformasi digital pada bisnisnya. Hal ini didasari manfaat dan kemudahan yang ditawarkan dari digitalisasi. Salah satunya, akses pasar yang lebih luas.

Berdasarkan laporan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) yang diberitakan Kompas.com, Kamis (12/5/2022), jumlah UMKM yang sudah masuk ke dalam ekosistem digital mencapai 18,5 juta pelaku usaha, dari target 30 juta UMKM pada 2024.

Padahal, transformasi digital pada usaha perlu dipercepat untuk mengimbangi perubahan gaya hidup masyarakat yang kini serbadaring, termasuk dalam urusan membeli barang. Mereka cenderung menyukai belanja online.

Hal itu tergambar dari data Bank Indonesia (BI) yang disampaikan Deputi Gubernur BI Doni P Joewono pada Selasa (19/4/2022) dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Baca juga: Sepanjang 2021, Bank BTPN Salurkan Kredit Rp 135,60 Triliun

Menurut Doni, nilai dan volume transaksi e-commerce masing-masing tumbuh 19,83 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dan 38,43 persen (yoy) pada kuartal pertama 2022. Doni optimistis secara keseluruhan total nilai transaksi e-commerce tahun ini dapat mencapai sekitar Rp 526 triliun atau naik 31,1 persen, dan volume transaksi diperkirakan akan naik 58,1 persen menjadi 4.539 juta.

Di sisi nontunai, nilai transaksi uang elektronik (UE) pada akhir April 2022 tercatat tumbuh 50,3 persen (yoy) mencapai Rp 34,3 triliun, dan sepanjang 2022 diproyeksikan meningkat 18,03 persen (yoy) hingga mencapai Rp 360 triliun.

Nilai transaksi digital banking pada akhir April 2022 meningkat 71,4 persen (yoy) menjadi Rp 5.338,4 triliun, dan untuk sepanjang 2022 diproyeksikan meningkat 26,72 persen (yoy) hingga mencapai Rp 51.729 triliun.

Tak sekadar membuka pasar lebih luas, transformasi digital juga akan mengantarkan pelaku UMKM pada akses pembiayaan. Salah satunya, dari perbankan. Hal ini dapat menjadi solusi keberlanjutan bagi pelaku UMKM untuk mempertahankan bisnis dan meningkatkan kapasitas usahanya.

Perlu diketahui, pembiayaan UMKM oleh perbankan telah diatur oleh BI lewat Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mendongkrak pembiayaan ke sektor UMKM yang dinilai masih memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.