Tantangan Manajemen Strategi di Era VUCA dan Cara Menghadapinya

Kompas.com - 01/06/2022, 18:59 WIB


KOMPAS.com – Masyarakat kini tengah dihadapkan pada era double disruption yang menuntut setiap orang harus memiliki kemampuan adaptif dan eksploratif yang mumpuni.

Dalam bukunya yang berjudul Let’s Change (2014), Rhenald Kasali menyebut bahwa bukan mereka yang terkuat yang mampu bertahan, melainkan mereka yang paling adaptif dalam merespons perubahan.

Saat ini, salah satu tantangan atas pesatnya transformasi digital hadir dalam bentuk Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity atau lebih dikenal sebagai VUCA.

Baca juga: Mengenal Apa Itu QRIS Berikut Manfaatnya bagi UMKM dan Konsumen

VUCA adalah sebuah kondisi ketika perubahan terjadi begitu cepat, tidak pasti, kompleks dan ambigu yang disebabkan karena transformasi digital atau teknologi.

Dampak VUCA yang begitu nyata terlihat adalah transformasi digital di mana kini para penyedia jasa tengah berlomba untuk memberikan pelayanan yang instan dan tepat secara digital, tidak lagi konvensional.

Transformasi digital seperti ini yang kemudian berdampak pada kepuasan pelanggan atas sebuah pelayanan jasa. Ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan manajemen strategi di era VUCA.

“Ibarat arus sungai, ekosistem digital memungkinkan Anda berlayar dalam arus yang lebih deras di bagian tengah sungai. Memang lebih menantang, tapi opportunity untuk berkembang menjadi lebih besar,” ungkap Rhenald dikutip pada Rabu (1/7/2022).

Baca juga: Cara Cek BI Checking Online di HP, Cuma Perlu Verifikasi via WhatsApp

Cara menghadapi era VUCA

Kemampuan adaptif dan eksploratif yang mumpuni menjadi jawaban atas tantangan gelombang digitalisasi dan transformasi digital yang semakin pesat merambat ke berbagai lini kehidupan.

Transformasi digital tersebut memunculkan konsekuensi terbaru di mana para penyedia jasa akan bergantung pada penggunaan teknologi (mesin) dan mulai mempertimbangkan untuk mengoptimalkan dan menyesuaikan sumber daya agar bisnis lebih efektif dan efisien.

Kombinasi sumber daya manusia dengan sumber daya lainnya yang berada pada lokasi, waktu, dan pekerjaan yang tepat pada akhirnya dapat membantu tercapainya produktivitas yang diinginkan dengan sebuah target yang telah ditentukan. Hal tersebut dikenal sebagai rightsizing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.