Neraca Dagang RI Surplus Selama 24 Bulan, Kontribusi Ekspor Kawasan Berikat dan KITE Capai 40 Persen

Kompas.com - 02/06/2022, 14:15 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus senilai 7,56 miliar dollar AS pada April 2022. Surplus itu menjadi surplus ke-24 bulan berturut-turut.

Surplus terjadi lantaran nilai ekspor yang lebih tinggi dibanding nilai impor. Direktur Fasilitas Kepabeanan Kementerian Keuangan, Untung Basuki mengatakan, tingginya surplus juga disumbang oleh nilai ekspor pada kawasan berikat (KB) dan KITE.

Tercatat, kawasan tersebut berkontribusi sebesar 40 persen dari total ekspor nasional.

"Kita tahu pertumbuhan ekonomi kita didukung oleh besarnya ekspor nasional meskipun ada isu ekspor yang terkait komoditas. Tapi paling tidak kontribusi kawasan berikat dan KITE untuk ekspor nasional ini kurang lebih sekitar 40 persen," kata Untung dalam diskusi daring, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Neraca Dagang RI Surplus 24 Bulan Berturut-turut

Sepanjang tahun 2021, kontribusi ekspor komoditas nonmigas di kawasan berikat dan KITE mencapai 41,27 persen, dengan rincian sebesar 38,78 persen di bulan November 2021 dan 48,78 persen di Desember 2022.

Ekspor nonmigas nasional pada kawasan itu mencapai 20,61 miliar dollar AS di Desember 2021 dan mencapai 213,87 miliar dollar AS sepanjang 2021. Sementara itu, kontribusi agregat di tahun 2020 mencapai 40,24 persen.

"Dengan kita menjaga performance dari kawasan berikat dan KITE ini yang berorientasi ekspor dengan kontribusi sekitar 40 persen, maka peran kita adalah bagaimana menjaga ekonomi kita tetap tumbuh," ucap Untung.

Baca juga: Gara-gara Perang, Neraca Dagang RI dengan Rusia-Ukraina Defisit hingga Maret 2022

Adapun kawasan berikat merupakan tempat penimbunan barang impor dalam daerah pabean yang akan diolah dan diekspor.

Pemerintah memberikan fasilitas fiskal untuk setiap pemasukan barang di kawasan, seperti bea masuk ditangguhkan, serta PPh impor, PPN, PPnBM, dan PPN barang dari lokal tidak dipungut.

Sementara Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah insentif fiskal yang diberikan pemerintah berupa pembebasan/pengembalian bea masuk kepada barang impor (bahan baku) yang akan diolah dan diekspor.

Untung menuturkan, insentif fiskal pada kawasan berikat dan KITE ini menciptakan nilai tambah. Hal tersebut terlihat dari rasio bulanan ekspor impor di kawasan, yang mencapai 3,09 pada November 2021.

"Rasionya 3,9 poin (mtm). Artinya kalau kita mengimpor 1 barang, maka ketika diekspor menjadi 3,9. Ini artinya ada nilai tambah. Inilah kawasan berikat penting bagi kawasan ekspor nasional di mana ada pengolahan nilai tambah yang kita harapkan," sebut Untung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Soroti Pasal RKUHP, Mulai dari Pekerja Wanita Bekerja Shift Malam Hingga Unjuk Rasa Dipersulit

Buruh Soroti Pasal RKUHP, Mulai dari Pekerja Wanita Bekerja Shift Malam Hingga Unjuk Rasa Dipersulit

Whats New
IHSG Ditutup Melemah 7 Hari Berturut-turut

IHSG Ditutup Melemah 7 Hari Berturut-turut

Whats New
Dukung UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Salah Satu Menteri Berkinerja Terbaik

Dukung UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Salah Satu Menteri Berkinerja Terbaik

Whats New
Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram, Simak Rinciannya

Spend Smart
KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Api Jelang Natal dan Tahun Baru, Cek Harganya

KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Api Jelang Natal dan Tahun Baru, Cek Harganya

Whats New
BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin di Desember 2022

BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin di Desember 2022

Whats New
Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Earn Smart
BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

Rilis
Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Earn Smart
Cuma Menabung 2 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

Cuma Menabung 2 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

BrandzView
Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Whats New
Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

BrandzView
Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Whats New
Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Whats New
Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.