Kemenhub Optimistis Kereta Pertama di Sulawesi Bisa Beroperasi Oktober 2022

Kompas.com - 03/06/2022, 13:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tengah mengebut pengerjaan jalur kereta pertama di Sulawesi agar dapat dioperasikan Oktober 2022.

Saat ini pengerjaan Segmen 3 telah mencapai 84 persen untuk jalur di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dan 94 persen untuk wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan, Andi Amanna Gappa mengatakan, penyelesaian pembangunan jalur kereta api tersebut masih sesuai jadwal dan optimistis dioperasikan Oktober mendatang.

Baca juga: Pembangunan Rel KA Pertama di Kalteng Ditarget Mulai Tahun Depan

Menurut dia, dukungan masyarakat dan Pemerintah Daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan, mengingat bahwa proses panjang dalam penyelesaian pengadaan tanah.

"Kami sampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung pembangunan jalur kereta api ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022).

Dia menjelaskan, saat ini diselesaikan pembangunan jalur untuk Segmen 1 sepanjang 16,1 kilometer (km), Segmen 2 sepanjang 26,1 km, dan saat ini sedang dalam penyelesaian Segmen 3 sepanjang 67,1 km dari Kabupaten Pangkep-Kabupaten Maros.

"Di samping pembangunan jalur mainline, juga dibangun siding track untuk akses menuju stasiun pelabuhan terpadu di Garongkong sepanjang 4,7 km dan siding track menuju Tonasa sepanjang 9,7 km oleh KPBU," ucapnya.

Dia melanjutkan, pembangunan siding track pada proyek ini dimaksudkan untuk menyediakan akses dari pusat-pusat produksi menuju pelabuhan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan setempat. Sebab, kawasan Maros-Barru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Pada Mei 2022 dilaporkan bahwa potensi semen yang dapat diangkut 6.000-10.000 ton per bulan dari Tonasa dan hampir 3,5 juta ton per tahun dari Bosowa menuju Pelabuhan Garongkong dengan menggunakan kereta api.

Selain potensi angkutan semen, jalur kereta api ini juga diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan Maros-Barru.

Baca juga: Ironi Kereta Cepat: Ngotot Diklaim B to B, Tapi Pakai Duit APBN

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.