BPTJ Nilai Layanan BisKita Trans Pakuan Masih Butuh Pembenahan

Kompas.com - 03/06/2022, 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat kapasitas angkut BisKita Trans Pakuan terus meningkat. Per Mei 2022 sudah mencapai 77,19 persen.

Direktur Angkutan BPTJ Kementerian Perhubungan Tatan Rustandi mengatakan, peningkatan kapasitas angkut transportasi umum khusus Bogor, Jawa Barat ini cenderung terjadi setiap bulan sepanjang tahun 2022.

Pada Januari 2022 tercatat kapasitas angkut BisKita Trans Pakuan sebesar 43,8 persen, Februari menjadi 47,37 persen, Maret menjadi 60,78 persen, April menjadi 61,33 persen, dan Mei meningkat signifikan menjadi 77,19 persen.

Baca juga: Kemenhub Optimistis Kereta Pertama di Sulawesi Bisa Beroperasi Oktober 2022

Peningkatan signifikan kapasitas angkut (load factor) BisKita Trans Pakuan pada Mei 2022 didukung oleh kembalinya aktivitas dan mobilitas masyarakat seperti sebelum pandemi Covid-19.

Namun, menurutnya, hal ini membuktikan masyarakat Bogor masih percaya dengan layanan angkutan umum. Oleh karenanya, kepercayaan warga kota Bogor ini sangat berharga untuk mendorong penggunaan angkutan umum dan mengurangi kendaraan pribadi.

"Mereka yang kembali melakukan aktifitas padat seperti sebelum pandemi dan memilih angkutan umum masih banyak, kalau tidak banyak tentu tidak mungkin load factor BisKIta naik sedrastis itu," ucapnya.

Dia merincikan, selama Mei 2022, BisKita Trans Pakuan dari koridor Terminal Bubulak-Ciawi telah melayani penumpang sebanyak 131.703 orang dengan load factor tertinggi di antara semua koridor, yaitu sebesar 121,43 persen.

Kemudian, koridor dengan rute Terminal Bubulak-Cidangiang telah melayani 97.987 penumpang dengan load factor 80,19 persen. Load factor di koridor Terminal Ciparigi-Stasiun Bogor 76,14 persen atau 93.425 penumpang.

Sementara, koridor Terminal Parung Banteng-Air Mancur Bogor di periode yang sama telah melayani 47.600 penumpang dengan load factor 37,51 persen.

Baca juga: Kemenhub Ungkap Penyebab Travel Gelap Diminati Masyarakat meski Tarifnya Mahal

Operasional Layanan BisKita Trans Pakuan Butuh Perbaikan

Dia menjelaskan, saat ini operasional layanan BisKita Trans Pakuan masih membutuhkan pembenahan di sana-sini. Salah satunya, penambahan halte dan rambu-rambu, khususnya di koridor Terminal Parung Banteng-Air Mancur Bogor.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.