LPS: Literasi Keuangan Kurang Bagus, Banyak Rakyat Tertipu Investasi Bodong

Kompas.com - 04/06/2022, 06:56 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, masyarakat Indonesia rentan tertipu investasi bodong. Hal ini karena rendahnya literasi keuangan.

"Akses ke jasa keuangan besar, tetapi literasi keuangan belum begitu bagus, oleh karenanya masih banyak masyarakat yang tertipu investasi bodong," ujar Purbaya dalam Workshop Media Se-Jawa Barat, di Bandung, Jumat (3/6/2022).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan seperti jasa atau pelayanan keuangan membaik dibanding sebelumnya.

Baca juga: Literasi Keuangan di RI Baru 3,18 Persen, Penetrasi Asuransi Melempem

Saat ini, inklusi keuangan secara nasional mencapai 76 persen. Namun literasi keuangan hanya 36 persen.

“Janganlah bosan untuk mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan. Dengan meningkatnya literasi keuangan, pada akhirnya dapat membantu daya tahan ekonomi kita juga,” tutur dia.

Tingkat Bunga Penjaminan Bank Digital

Selain itu, Purbaya membahas mengenai bank digital yang memberikan bunga tinggi di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS.

Baca juga: Literasi Keuangan Digital Masyarakat Masih Terbatas

LPS selama ini sudah berkomunikasi dengan bank digital dan selalu mengimbau Bank Digital wajib menyampaikan informasi kepada nasabah terkait TBP.

Artinya, kalau bunga mereka diatas TBP LPS, tidak dijamin LPS, dan itu harus disampaikan kepada para nasabah.

“Bank Digital yang memberikan bunga di atas TBP tidak masalah, asalkan transparan kepada para nasabahnya. Artinya 3,5 persen ke bawah dijamin dan 3,5 persen ke atas tidak dijamin LPS," beber dia.

Masyarakat juga harus menyadari, bila bank memberikan bunga lebih tinggi, maka risikonya lebih besar karena tidak dijamin.

Baca juga: Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Harus Menghasilkan Aksi Konkret Pengembangan Literasi Keuangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.