KILAS

5 Strategi Utama ANJ untuk Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Kompas.com - 06/06/2022, 16:25 WIB

Terakhir, lanjut Indra, ANJ mematuhi dan berpartisipasi aktif dalam inisiatif tata kelola dan pengungkapan terkait perubahan iklim.

Sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan dan kebijakan lingkungan, ia mengungkapkan, ANJ juga menerapkan program reduce, reuse, recycle (3R) atau pengurangan, pemakaian kembali, dan daur ulang untuk mengurangi jumlah limbah dari kegiatan perusahaan.

Baca juga: Kebijakan Lingkungan Hidup Joko Widodo Tahun 2021: Politis atau Ilmiah?

Adapun program 3R ANJ saat ini telah dilaksanakan di empat wilayah operasi, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS), PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), dan PT Kayung Agro Lestari (KAL).

“Inisiatif-inisiatif ini mencakup pengurangan penggunaan plastik seperti larangan pemakaian plastik di koperasi perusahaan, menghindari air minum kemasan plastik, dan penggunaan tumbler,” jelas Indra.

Pengurangan penggunaan plastik itu, lanjut dia, juga diterapkan dengan mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan serta kegiatan peningkatan awareness yang ditargetkan pada karyawan, pemasok, dan kontraktor.

Baca juga: Cara Mudah Mengurangi Penggunaan Plastik untuk Selamatkan Bumi

ANJ integrasikan strategi bisnis dengan ESG

ANJ mengungkapkan sejauh ini telah mengintegrasikan strategi bisnis dengan environmental, social, and governance (ESG).

Implementasi konsep ESG telah berjalan sejak lama di ANJ. Hal ini dilakukan karena sejalan dengan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan yang berlandaskan pada keseimbangan antara aspek-aspek triple bottom line.

Integrasi tersebut seperti di bidang lingkungan, ANJ telah menjalankan beberapa program perlindungan keanekaragaman hayati, serta beberapa inisiatif. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim di seluruh perkebunan.

Untuk memitigasi dampak perubahan iklim, ANJ sejak 2012 telah melakukan penurunan gas rumah kaca (GRK) dengan membangun proyek biogas.

Baca juga: Apa itu Perubahan Iklim?

Pembangkit Listrik Tenaga Biogas berkapasitas 1,8 MW di Perkebunan Pulau Belitung.DOK. Humas ANJ Pembangkit Listrik Tenaga Biogas berkapasitas 1,8 MW di Perkebunan Pulau Belitung.

Dari komitmen tersebut ANJ menghasilkan penurunan GRK sebesar 50.000–60.000 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2-e) per tahun dan menghasilkan nett sell atau penjualan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 9,4 juta kiloWatt hour (kWh) per tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.