Tekan Risiko "Fraud", Perusahaan Harus Perhatikan 3 Hal Ini

Kompas.com - 07/06/2022, 05:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen risiko merupakan hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap perusahaan untuk bisa melacak dan mengelola risiko penipuan (fraud) yang disebabkan pihak internal. Terlebih, sebagian besar kasus penipuan disebabkan pihak internal, yang utamanya dilakukan karyawan.

Hal itu berdasarkan studi yang dilakukan Kroll bersama Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) sepanjang Februari-Juli 2021. Terdapat 241 perusahaan di RI yang menjadi responden, baik swasta maupun milik pemerintah, dengan level menengah ke atas atau sudah beroperasi lebih dari 6 tahun.

Studi itu menunjukkan penipuan paling sering dilakukan oleh pihak internal perusahaan, di mana 83 persen responden menyatakan kasus kecurangan dilakukan oleh karyawan. Modus yang paling sering yaitu penyuapan, lalu penggelapan dalam bentuk uang, pemalsuan dokumen hukum, dan mark up atau penggelembungan biaya.

Baca juga: Studi Kroll: 8 dari 10 Perusahaan di RI Pernah Alami Kasus Penipuan, Terbanyak dalam Bentuk Penyuapan

Managing Director, Forensic Investigations & Intelligence Kroll, Deni R. Tama mengatakan, setidaknya terdapat tiga bagian yang perlu diadopsi perusahaan agar memiliki manajemen risiko yang baik. Ketiganya yakni tahap pencegahan, deteksi, dan investigasi.

"Jadi dari sisi pencegahan, deteksi, dan investigasi itu mesti dilakukan secara bersama-sama, atau secara komprehensif," ujarnya dalam diskusi bersama Kompas.com, dikutip Senin (6/6/2022).

Ia menjelaskan, dalam hal pencegahan yang perlu dimiliki perusahaan adalah kepemimpinan yang baik.

Menurut dia, sistem kebijakan yang bagus akan berfungsi optimal jika pemimpin perusahaan ikut menerapkannya. Artinya, pemimpin perlu sejalan antara perkataan atau kebijakannya dengan perilakunya, sehingga menciptakan kultul yang sehat di dalam perusahaan.

Selain itu, perusahaan perlu memiliki sistem reward dan punishment untuk memberikan motivasi kepada karyawan. Perusahaan perlu mengapresiasi karyawan yang mencapai kinerja dengan baik, dan sebaliknya memberikan sanksi pada karyawan yang tidak mencapai kinerja atau melanggar aturan.

Deni mengatakan, berdasarkan pengalamannya, jika perusahaan membiarkan perilaku buruk karyawan tanpa memberikan sanksi, maka hanya akan memberikan pesan yang salah ke seluruh organisasi perusahaan. Karyawan lain akan memandang tidak masalah melakukan perilaku buruk.

Terlebih jika perbuatan buruk itu diketahui berdasarkan program pengaduan atau whistleblower yang dimiliki perusahaan. Jika laporan tidak ditindak, maka berpotensi terjadinya bullying atau perundungan terhadap pelapor, dampaknya karyawan enggan melakukan pengaduan untuk ke depannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

Whats New
Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

Whats New
Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Spend Smart
Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

Whats New
Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Earn Smart
Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

Rilis
Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

Rilis
Menilik Lahirnya Bibit Community Based Enterprise dari Situasi Bencana

Menilik Lahirnya Bibit Community Based Enterprise dari Situasi Bencana

Whats New
Kronologi Video Viral Penumpang KRL Jatuh dari Peron Stasiun Manggarai

Kronologi Video Viral Penumpang KRL Jatuh dari Peron Stasiun Manggarai

Whats New
Dua Mantan Menteri Gabung ke Fintech Digiasia Sebagai Penasihat

Dua Mantan Menteri Gabung ke Fintech Digiasia Sebagai Penasihat

Rilis
Pengalaman Naik MRT Jakarta dengan Lansia dan Batita, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Pengalaman Naik MRT Jakarta dengan Lansia dan Batita, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Whats New
Ini 6 Emiten yang Bakal Bayar Dividen di Akhir Bulan Juni 2022, Cek Tanggalnya

Ini 6 Emiten yang Bakal Bayar Dividen di Akhir Bulan Juni 2022, Cek Tanggalnya

Whats New
6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

Whats New
Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.