Mendag Upayakan Dana Korban "Robot Trading" Bisa Kembali meski Besarannya Berbeda

Kompas.com - 07/06/2022, 20:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi akan berupaya mengembalikan dana korban robot trading karena menurutnya dana tersebut merupakan milik para korban.

"Saya nanti akan mencoba bagaimanapun untuk memberikan kembali kepada orang-orang yang dirugikan karena itu uang mereka dan mustinya dikembalikan kepada mereka yang menjadi korban," ujar Mendag Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Namun, untuk melancarkan hal tersebut diperlukan koordinasi dengan lembaga hukum seperti kepolisian.

Pasalnya, meskipun robot trading tersebut merupakan ranah Kementerian Perdagangan, tapi proses pengembalian dana korban merupakan ranah lembaga hukum.

Baca juga: Ada Money Game hingga Robot Trading, Ini 5 Tips Menghindari Jeratan Investasi Bodong

Oleh karenanya, dia akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan apakah dana yang tersisa dari pihak robot trading dapat dikembalikan ke korban atau tidak.

"Karena ini proses-prosesnya hukum, saya akan mengkoordinasikan untuk bagaimana mekanisme kalau ada uang yang tersisa itu bagaimana hukumnya," jelasnya.

Kendati demikian, dia tidak dapat memastikan besaran dana yang dikembalikan ke korban akan sama besarnya dengan yang disetor korban ke pihak robot trading.

Sebab menurutnya, investasi bodong robot trading ini menggunakan sistem ponzi sehingga dana yang dibayarkan korban langsung habis untuk membayar keuntungan anggota robot trading yang lain.

"Ponzi itu ketika uangnya dibayarkan, sudah habis dalam sistem, habis. Jadi kalau pun ada tersisa, jumlahnya tidak sesuai dengan yang dikumpulkan," kata Mendag Lutfi.

Baca juga: Begini Cara Kerja Robot Trading DNA Pro yang Seret Nama Banyak Artis, serta Tips Menghindarinya

 

Penindakan dari lembaga hukum

Mendag Lutfi mengungkapkan, salah satu robot trading yang sudah diusut ternyata hanya memiliki izin untuk sekolah komputer bukan izin untuk trading.

Namun, dalam perjalanannya penyelenggara malah mengumpulkan dana dari masyarakat yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

"Jadi kalau ditanya sekarang siapa yang salah, ya ini sama seperti seorang pilot tapi SIMnya SIM C gitu lho. Kan musti ada yang menindak, tentunya musti lembaga hukum," tutur Mendag Lutfi.

Fokus cari Kepala Bappebti yang mengerti teknologi digital

Untuk itu, saat ini Lutfi juga akan fokus mencari Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang baru.

Hal ini agar Kepala Bappebti mengerti teknologi digital dengan baik agar bisa mencegah penyelenggara investasi bodong seperti robot trading.

"Kepala Bappebti setara Eselon I ini datang dari luar, hasil konsultasi kami dengan Presiden maunya anak muda, mengerti teknologi," ungkap Mendag Lutfi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.