Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Mentan SYL Gelar Penanaman Perdana Komoditas Jagung di Karawang

Kompas.com - 11/06/2022, 20:59 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar tanam perdana komoditas jagung di Desa Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar). Adapun kegiatan itu merupakan bagian dari pengembangan wilayah khusus di Provinsi Jabar yang tercantum dalam tahun anggaran 2022.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, bahwa pemerintah mendorong masyarakat agar melakukan penanaman komoditas jagung secara terpadu, baik saat pengambilan bibit maupun penjualan hasil panen.

“Pertanian itu hebat. Kalau kita mau memperbaiki ekonomi keluarga dan mau membangkitkan semangat rakyat, jawabannya ya melalui pertanian,” jelas Mentan SYL dalam keterangan pers yang diterima oleh Kompas.com, Sabtu (11/6/2022).

Hal itu disampaikan langsung oleh Mentan SYL saat menghadiri tanam perdana komoditas jagung di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu.

Baca juga: Mentan SYL Inspeksi Kedatangan Kapal Ternak di Pelabuhan Tanjung Priok

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mencoba tanam perdana komoditas jagung di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (11/6/2022). DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mencoba tanam perdana komoditas jagung di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (11/6/2022).

Mentan SYL berharap, dari 200 hektare (ha) tanah yang direncanakan, nantinya penanaman jagung di wilayah Karang ini dapat meluas menjadi 1000 ha.

Apalagi hal itu semakin didukung dengan Karawang yang merupakan kabupaten subur dan memiliki kecukupan air yang relatif banyak.

Sehubungan dengan modal, Mentan SYL mengatakan, masyarakat dapat mengakses permodalan melalui program yang telah disiapkan oleh pemerintah, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang memiliki bunga rendah.

Adapun layanan tersebut dapat diakses oleh petani dan masyarakat umum yang serius di dalam mengembangkan usaha tani.

Baca juga: Hadapi Geopolitik Dunia, Mentan SYL Pastikan Pangan Nasional dalam Kondisi Aman

Menurut Mentan, komoditas jagung cukup menjanjikan. Pasalnya, dengan memiliki tanaman jagung di 1 hektare tanah, petani bisa menghasilkan kurang lebih Rp 14 juta.

"Karena satu hektar jagung dapat menghasilkan enam ton, maka enam ton dikali dengan Rp 5.000 menjadi Rp 60 juta. Sedangkan untuk ongkos perawatan, mulai dari bibit, pupuk, obat-obatan tidak lebih dari Rp 8 juta," ujar Mentan.

Ia juga berharap petani tidak hanya menunggu bantuan permodalan bagi pemerintah, sebab dana pemerintah terbatas. Ia mendorong petani untuk menggunakan KUR. 

Lebih lanjut, Mentan SYL menambahkan, pertanian merupakan salah satu sektor yang paling menguntungkan dan termasuk dalam sektor penyumbang utama dalam menumbuhkan ekonomi nasional yang sempat terperosok akibat dari pandemi Covid-19.

“Selama kita mengalami pandemi Covid-19, pertanian merupakan penyumbang utama sehingga inflansi tidak naik. Diketahui pertanian mengalami kenaikan sebesar 16,42, sedangkan untuk ekspor pertanian naik menjadi 38 persen dan menyumbang di atas 2000 triliun,” kata Mentan SYL.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

Whats New
Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Whats New
LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

Whats New
Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Whats New
KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

Whats New
Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Whats New
Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Whats New
Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Whats New
Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Whats New
DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

Whats New
Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Whats New
Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen meski Catatkan Laba Bersih pada 2023

Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen meski Catatkan Laba Bersih pada 2023

Whats New
Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Whats New
Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Whats New
Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com