Kompas.com - 13/06/2022, 13:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi menaikkan tarif listrik golongan 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas dengan menerapkan sistem penyesuaian tarif atau tariff adjustment per 1 Juli 2022. Lewat kebijakan ini negara bisa menghemat APBN anggaran sebesar Rp 3,1 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Ketenagalistrikan) Kementerian ESDM mengatakan, kenaikan hanya berlaku bagi golongan pelanggan rumah tangga kaya yakni berdaya 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3).

Baca juga: ESDM Pastikan Hanya Tarif Listrik Orang Kaya yang Naik, Tarif Pelanggan Subsidi dan Golongan 900-1.200 VA Tidak Naik

Jumlahnya sekitar 2,5 juta pelanggan atau 3 persen dari total pelanggan PLN. Adapun keseluruhannya merupakan golongan pelanggan non-subsidi.

"Kami sudah menghitung kira-kira burden (beban) yang bisa berkurang terhadap APBN itu sekitar Rp 3,1 triliun. Itu hanya 4,7 persen dari keseluruhan kompensasi yang kami perkirakan harus dikeluarkan pada tahun ini dari pemerintah, dalam hal ini Kemenkeu kepada PLN," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Baca juga: 3 Layanan Call Center PLN yang Bisa Dihubungi 24 Jam

Nantinya sepanjang Juli-September 2022, untuk pelanggan rumah tangga golongan R2 dan R3 tarif listriknya disesuaikan dari Rp 1.444,70 per kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp 111.000 per bulan untuk pelanggan R2 dan Rp 346.000 per bulan untuk pelanggan R3.

Menurut Rida, selain menghemat anggaran negara, kebijakan kenaikan tarif listrik bagi pelanggan non-subsidi itu, tidak berdampak signifikan terhadap kenaikan angka inflasi. Pemerintah memperkirakan hanya berdampak 0,019 persen terhadap inflasi kuartal III-2022.

Baca juga: Cara PLN Pangkas Utang Rp 51 Triliun, Dirut: Efisiensi dan Dorong Penjualan Listrik

Ia pun berharap dampak yang kecil terhadap inflasi tersebut dapat turut menjaga daya beli masyarakat.

"Jadi hampir tidak terasa (dampaknya ke inflasi), dan itu sedikit banyak penyesuaian tarif ini masih berkontribusi dalam hal menjaga daya beli masyarakat secara keseluruhan. Karena yang kami sesuaikan adalah rumah tangga yang kami pandang menengah ke atas, nyaris mewah malah," jelas dia.

Baca juga: Penjelasan PLN soal Geser Tiang Listrik Diminta Bayar Rp 74 Juta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.